Ikatan Dosen Muda Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Sikap Menjelang Pemilu 2024

Ikatan Dosen Muda Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Sikap Menjelang Pemilu 2024
Para dosen muda Muhammadiyah membacakan pernyataan sikap menjelang hajatan demokrasi Pemilu 2024 di depan Gedung Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/2/2024). Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Dosen Muda Perguruan Tinggi Muhammadiyah (IDM PTM) memberikan pernyataan sikap mengenai Pemilu 2024 di depan Gedung Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/2/2024).

Mereka mengeluarkan sembilan poin pernyataan untuk menyikapi situasi dan kondisi bangsa dan negara saat ini.

Pertama, universitas adalah rumah bagi intelektualitas, intelegensia dan kecendekiaan. Di dalamnya tumbuh pusparagam pikiran yang plural, majemuk dan tak pernah tunggal serta mustahil diseragamkan. Perbedaan pikiran, gagasan, sikap, termasuk kecenderungan preferensi politik adalah niscaya.

"Dengan demikian, nisbah gagasan atau sikap tertentu pada nama perguruan tinggi tertentu yang seolah sebagai sikap tunggal universitas tersebut adalah bertentangan dengan prinsip dasar universitas itu sendiri," ujar Ketua IDM-PTM Isnan Hari Mardika seperti keterangan yang diterima JPNN, Senin (5/2).

Kedua, peran publik kaum cendekia dalam merespons isu tertentu yang berkembang di masyarakat merupakan bagian integral dari tri dharma perguruan tinggi yang menjadi kewajiban kaum cendekia untuk memajukan kehidupan berbangsa dan meninggikan kualitas peradaban publik.

Namun demikian, dalam momentum Pemilu seperti sekarang, hendaknya kaum cendekia mengedepankan sikap kehati-hatian karena rentan diperalat atau disalahgunagan sebagai alat legitimasi atau delegitimasi politik sebagai instrumen mobilisasi yang mengerdilkan peran intelektual hanya sebatas instrumen poliitis.

"Kaum cendekia harus sadar bahwa pada status, posisi, dan peran intelektual yang disandangnya, melekat kapital sosial dan modalitas politik yang bisa digunakan sebagai alat legitimasi dan mobilisasi elektoral," lanjut Isnan.

Ketiga, mobilisasi kaum cendekia yang mengatasnamakan guru besar, forum akademisi, atau perguruan tinggi tertentu, yang belakangan marak, berjilid-jilid, dan sahut-menyahut, rentan disalah tafsir sebagai pemihakan terhadap calon tertentu di satu sisi dan bentuk delegitimasi terhadap calon yg lain di sisi sebaliknya.

Ikatan Dosen Muda Perguruan Tinggi Muhammadiyah (IDM PTM) itu mengeluarkan sembilan pernyataan untuk menyikapi situasi dan kondisi bangsa dan negara saat ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News