Ilmuwan Ciptakan Batu Bata Dari Air Kencing Manusia

Ilmuwan Ciptakan Batu Bata Dari Air Kencing Manusia
Ilmuwan Ciptakan Batu Bata Dari Air Kencing Manusia
Ilmuwan Ciptakan Batu Bata Dari Air Kencing Manusia Photo: Kekuatan bio-bata bisa diatur tergantung pada seberapa lama bakteri dibiarkan bertumbuh. (Supplied: University of Cape Town)

Bahan baru menghemat biaya

Dr Randall mengatakan prosesnya, yang dikenal sebagai presipitasi karbonat mikrobial, mencerminkan "cara yang sama seperti terumbu karang terbentuk di lautan".

Proses semacam ini memiliki manfaat yang jelas untuk sektor konstruksi dan arsitektur, di mana bahan organik bisa secara signifikan menurunkan biaya pemeliharaan dalam hal struktur yang dipakai.

Pada paruh kedua abad ke-20, tak terhitung lagi berapa banyak contoh arsitektur brutal yang hilang mengingat beton berkarat dari dalam karena pemeliharaan diabaikan.

Namun, beberapa tahun terakhir ada kemajuan dalam teknologi material penyembuhan otomatis, dengan tim peneliti dari Binghamton University, New York, menemukan jamur yang menghasilkan beton yang mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Bukan ide baru

Ide material yang bisa menyembuhkan diri sendiri bukanlah hal yang baru.

Insinyur Romawi menemukan senyawa yang sama-sama mengandung kalsium karbonat, yang mengarah ke struktur kuno yang bertahan hingga hari ini.

Masalahnya adalah bahwa orang Romawi tidak benar-benar mencatat senyawa apa yang dibutuhkan untuk membuat material itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News