Imbas Warga Tewas Dalam Tahanan, PMKRI Desak Copot Kapolres

Imbas Warga Tewas Dalam Tahanan, PMKRI Desak Copot Kapolres
Tahanan. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Bahkan, PMKRI menilai kasus meninggalnya di tahanan Polres bukan baru pertama kali, namun sudah menjadi budaya. Tentunya menambah kegelisahan dan ketidakpercayaan masyarakat pada institusi penegak hukum.

Untuk itu, PMKRI meminta Kapolres TTU bertanggung jawab atas kelalaian yang sudah dilakukan dan meminta Kapolda NTT untuk mencopot Kapolres TTU dari jabatannya.

Menurut Dionisius, walaupun Kapolres sudah memberikan klarifikasi terhadap keluarga korban, tetapi terhadap sikap dan tindakan keliru yang sudah dilakukan tentunya PMKRI tidak akan memberikan toleransi.

"Silakan berdamai dengan keluarga tapi PMKRI tidak akan toleransi dengan tindakan in prosedural terhadap tindakan pengamanan. Ini pengalaman buruk sudah tiga warga meninggal dalam tahanan," tandasnya.

Dionisius mengaku kesal tindakan pengamanan terhadap korban Yaner ditempat syukuran wisuda yang ada surat izin keramaian bahkan dijaga anggota polisi. Tapi heran menjadi sasaran penggerebekan yang dipimpin Kapolres TTU. Bahkan, tuan pesta Yubilaris Dominggus yang malam itu sempat melayani tamu juga ikut diamankan di ruang tahanan Polres.

Hal serupa disampaikan Gilbert Taena. Ia mengaku sangat bangga terhadap kinerja Kapolres TTU yang sudah berhasil menekan masalah sosial seperti perjudian, maraknya pencurian, termasuk kejahatan lainnya. Sayangnya, kasus kematian masih menjadi permasalahan serius karena ada tiga kasus warga yang meninggal dalam tahanan tapi tidak berhasil terungkap.

Menurut Gilbert, kasus pengamanan terhadap warga saat penggeledahan mestinya menjadi perhatian serius. Sebab, sikap polisi dinilai tidak profesional karena melakukan penahanan tidak prosedural apalagi menyebabkan ada yang meninggal dalam tahanan. Sehingga, Kapolres harus bertanggung jawab dan perlu dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai tidak berhasil memberikan rasa nyaman untuk warganya.

Polisi mestinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan bukannya meresahkan warga. "Sudah tiga warga meninggal dalam tahanan polisi. Jangan sampai ada korban berikutnya. Kasus yang terjadi tentunya membuat warga tidak percaya kinerja Polres TTU," kesalnya.

Sejumlah poster bertuliskan: Copot Kapolres TTU, Kapolres Jangan Cuci Tangan, Penjahat Dilindungi Orang Baik Dihakimi, Rumah Polisi Jadi Kamar Mayat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News