Imperialis Macan dan Jebakan Naga

Oleh Dahlan Iskan

Imperialis Macan dan Jebakan Naga
Dahlan Iskan.

Calon Menteri Keuangan Pakistan Asad Umar juga belum memberi sinyal apa-apa.  Tapi banyak pihak mengakui reputasinya: CEO termahal dan  tersukses di Pakistan. Saat ia berumur 40 tahun.

Asad menjadikan satu perusahaan kimia di sana menjadi konglomerat di banyak bidang usaha: pabrik pupuk, industri makanan, minuman, energi, dan retail. Itulah Engro Corporation.

Asad Umar gemas lihat ekonomi Pakistan. Minta berhenti dari jabatan CEO. Terjun ke politik. Gabung ke partainya Imran Khan. Terpilih jadi DPR lima tahun lalu.

Kini umurnya 61 tahun. Masih kuat menerima beban itu. Mestinya.

Indonesia pernah dalam posisi itu. Di akhir kepresidenan Bung Karno. Setelah tiga bulan sebelumnya melahirkan Nawaksara.

Bahkan kondisi Indonesia lebih parah: pertumbuhan ekonomi negatif, cadangan devisa negatif, inflasi ratusan persen. Pangan susah. Sandang susah. Tapi ada jalan keluar.

India juga pernah dalam posisi itu. Juga lebih sulit. Belum begitu lama: tahun 1979. Yang juga disebut sebagai kegagalan eksperimen Swadesi. Hampir saja India bangkrut.

Tapi lantas ada jalan keluar. Muncul menteri keuangan yang sangat hebat: Manmohan Singh. Yang sepuluh tahun kemudian menjadi perdana menteri India.

Pro-kontra Tiongkok sudah luar biasa. Masyarakat terbelah. Utang ke Tiongkok sudah terlalu besar: lebih USD 60 miliar. Sudah terancam tidak bisa bayar pula.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News