Inas Sarankan Ferdinand Demokrat Selidiki Orang-Orang di Sekitarnya

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir meminta Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, tidak asal menuding kubu Joko Widodo berada di balik kasus dugaan peretasan akun Twitternya @Ferdinand_haean.
"Ferdinand jangan berkilah dengan menyalahkan tim sukses Jokowi," ujar Inas di Jakarta, Kamis (4/4).
Menurut Ketua DPP Partai Hanura ini, segala kemungkinan bisa terjadi. Misalnya, pelaku bisa saja berasal dari internal kubu pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.
Ketua DPP Partai Hanura ini juga menyebut kemungkinan yang sama bisa terjadi terkait viralnya foto setengah telanjang Ferdinand di bathtub yang pertama kali diunggah di laman @bumnbersatu.
Akun itu juga memuat foto wajah Ferdinand yang tergores. Kemudian juga me-retweet video editan Ferdinand yang sedang melakukan video call bersama seorang perempuan. Dalam video itu si perempuan tampak tak berbusana.
"Siapa dia (pelaku)? Bisa jadi orang yang dekat dengan Ferdinand. Bisa juga dari kubu BPN. Jadi jangan asal menuding," ucapnya.
Inas lebih lanjut mengatakan, ada banyak kemungkinan terkait beredarnya foto-foto Ferdinand. Bisa jadi foto itu editan, tapi bisa juga foto itu asli.
"Kalau asli, bisa diduga foto diambil seseorang dalam dua kemungkinan. Dalam keadaan sadar atau tidak sadar," kata Inas.
Anggota TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir meminta Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, tidak asal menuding
- Demokrat Laporkan Ketua Pengadilan Tinggi Sulut ke MA dan Kejagung, Ada Apa?
- Inas Zubir Menilai Ada Motif Ekonomi Terkait Isu Ijazah Palsu Jokowi, Begini Analisisnya
- Inas Zubir Bicara Krisis dan Peluang Masa Depan Hanura di Tengah Keterpurukan
- Hari Kartini; Annisa Pohan Mendorong Pemberdayaan Perempuan di Sektor Ekonomi
- Menteri Prabowo Sowan ke Solo, Ferdinand PDIP: Mereka Hamba Jokowi
- Demokrat: 5 Pansus Baru Penting untuk Atasi Masalah Krusial Jakarta