Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Menguat Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Menguat Hari Ini
Ilustrasi IHSG. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, diprediksi menguat seiring meredanya sentimen geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terhadap ladang minyak Arab Saudi.

IHSG dibuka menguat 2,02 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.238,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,83 poin atau 0,08 persen menjadi 986,75.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan sentimen pasar atas serangan fasilitas Aramco milik Arab Saudi diperkirakan cenderung mereda.

"Selain itu, pernyataan Trump atas perjanjian perdagangan dengan Jepang menjadi bagian sentimen positif bagi pasar global. Meskipun, sentimen domestik terbatas, faktor eksternal bisa menjadi katalis bagi IHSG yang berpeluang menguat," ujar Alfiansyah.

Dari AS, Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan mengadakan perjanjian perdagangan awal atas tarif dengan Jepang dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Trump juga mengatakan AS akan memasuki perjanjian eksekutif dengan Jepang mengenai perdagangan digital. Meski pihak Jepang memperingatkan setiap kesepakatan akhir harus mencakup jaminan bahwa AS tidak akan mengeluarkan tarif baru pada ekspor mobil Jepang senilai 50 miliar dolar AS.

Dari Timur Tengah, menyusul serangan fasilitas Aramco milik Arab Saudi, Donald Trump menyebut bahwa Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Meski demikian Trump mengatakan tidak ingin berperang dengan siapa pun, termasuk dengan Iran terkait konflik TImur Tengah.

Iran sendiri membantah tuduhan AS yang disalahkan atas serangan ke Aramco. Serangan yang dilakukan oleh gerakan Houthi Yaman dinilai sebagai balasan atas serangan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, dibuka menguat seiring meredanya sentimen geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terhadap ladang minyak Arab Saudi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News