JPNN.com

Indika Energy Incar Berau Coal

Kamis, 08 Oktober 2009 – 17:45 WIB Indika Energy Incar Berau Coal - JPNN.com
JAKARTA - Setelah sukses mengakuisisi 81,95% saham PT Petrosea Tbk (PTRO) beberapa waktu lalu, PT Indika Energy Tbk (INDY) kini tengah menjajaki pembelian saham PT Berau Coal, perusahaan tambang batubara terbesar kelima di Indonesia. Untuk itu, sebuah sindikasi bank tengah disiapkan untuk membiayai akuisisi.

"Kami memang berminat dengan Berau," ujar VP Investor Relations INDY, Retina Rosabai dalam acara halal bi halal dengan media di Jakarta, Kamis (8/10).

Tentang sejauh mana perkembangan proses akuisisi tersebut, Retina enggan menjelaskannya. Namun, pihaknya sudah menyiapkan dana untuk langkah tersebut. Bahkan selain dari kas perusahaan, beberapa bank juga menyatakan komitmennya. Pinjaman itu antara lain berasal dari sindikasi  7 bank asing yang sudah siap menggelontorkan uangnya dengan tenor 3-5 tahun. Antara lain, BNP Parribas, Citi Group dan United Overseas Bank. "Prosesnya tunggu saja nanti, saat ini kita belum bisa komentar lebih jauh," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan INDY Azis Armand menyebutkan, perseroan memang tengah menargetkan akuisisi beberapa perusahaan yang potensial dan pengembangan beberapa proyek. Tetapi, dalam hal akuisisi dirinya enggan mengungkapkan secara jelas akuisisi tersebut. "Dana untuk persiapan akuisisi dan tender offer lebih dari USD100 juta. Selain dari kas juga pinjaman dari sindikasi," ujarnya.

Dijelaskannya, pasca perseroan melakukan akuisisi terhadap Petrosea (PTRO)(, posisi kas perseroan saat ini masih ada sebesar US$ 270 juta. Dana tersebut untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bersama dengan Aneka Tambang (Antam), termasuk untuk melakukan akuisisi, jika memang dimungkinkan. "Kalau tidak tahun ini, ya pasti tahun depan akan ada akuisisi," tambahnya.

Dalam kegiatan ini selain dihadiri oleh Direktur Keuangan Azis Armand dan VP Investor Relations, Retina Rosabai juga tampak mendampingi Corporate Secretary Indika Energy, Dedi Hardi.

Pada kesempatan sama, Azis armand juga mengatakan, pihaknya optimis bakal mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan tahun ini. Sebab, pPertumbuhan revenue tersebut antara lain karena adanya kontribusi dari Petrosea yang dibeli Juni lalu. "Pada awal tahun, perseroan mentargetkan pendapatan USD180 juta untuk semester I-2009. Tapi tampaknya akan naik signifikan," ujar Azis Armand.

Dijelaskannya, pada semester I 2009, INDY membukukan pendapatan sebesar USD170 juta. Padahal, pada 2008 lalu pendapatan perseroan hingga akhir tahun 'hanya' sebesar USD240 juta.  Karenanya pihaknya yakin bila Indika hingga akhir tahun ini bakal membukukan pendapatan melebihi target yang ditetapkan perseroan.

"Sejauh ini perseroan berada on track dalam hal revenuenya," ungkapnya.

Sebelumnya, Indika Energy telah menggelontorkan US$130 juta dari US$ 400 juta per - Juni untuk melakukan akuisisi atas Petrosea. Dari nilai kas yang tersisa sebesar USD270 juta tersebut pihaknya akan mempergunakan untuk melakukan pengembangan bisnis, antara lain power plant, resources dan mining contractor. Namun, tentang detilnya dirinya enggan memaparkan bagaimana pengembangan tersebut akan dilakukan.

"Kami pergunakan dana yang ada untuk pengembangan, baik resources, power plan dan lain-lainnya," tambahnya.

Menurutnya, dalam hal akuisisi dan ekspansi Indika masih akan melakukannya, termasuk juga akuisisi atas perusahaan yang memiliki potensi yang bagus. Masalah pendanaan tidak menjadi persoalan karena selain memiliki kas, beberapa perusahaan pembiayaan bersedia memberikan komitmennya. "Yang penting sudah saling cocok," pungkasnya. (esy/JPNN)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...