Indonesia Diperkirakan Jadi Pintu Gerbang Pasar Data Center se-Asia Tenggara

Indonesia Diperkirakan Jadi Pintu Gerbang Pasar Data Center se-Asia Tenggara
Ilustrasi. Foto: Dokumen Data Center JAK2

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan kebutuhan data center berskala besar dalam beberapa tahun ke depan.

Menjelang Revolusi Industri 4.0, seperti Komputasi Cloud, Big Data, dan Internet of Things (IoT), semuanya akan membutuhkan pemrosesan data yang besar.

Oleh karena itu, fasilitas Data Center yang andal, scalable, dan dengan sistem keamanan yang tinggi sangat diperlukan.

Seperti data center tier III yang biasanya dibutuhkan oleh perusahaan besar, memiliki banyak jalur untuk daya listrik, pendinginan, serta sistem untuk memastikan agar tetap online lebih lama.

Hasilnya, diharapkan mencapai uptime 99,982 persen.

Salah satu contoh data center Tier III yang akan segera dibuka di tanah Indonesia, adalah SpaceDC, sebuah partner data center visioner yang berkantor pusat di Singapura terkenal dengan data center-nya.

Dalam rilis yang diterima JPNN.com hari ini, Selasa (3/11), menyebutkan SpaceDC memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan fasilitas-fasilitas data center di seluruh dunia.

Di antara pencapaiannya baru-baru ini adalah dengan membawa revolusi data center generasi berikutnya ke Indonesia melalui data center JAK2.

Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan kebutuhan data center berskala besar dalam beberapa tahun ke depan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News