Indonesia Terancam Kekurangan Nakes di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19

Indonesia Terancam Kekurangan Nakes di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19
Kebanyakan tenaga kesehatan Indonesia yang sudah disuntik vaksin Sinovac masih terinfeksi COVID-19, hingga meninggal dunia. (ANTARA: FB Anggoro)

Dokter Novilia adalah akademisi di Universitas Padjajaran, Bandung.

"Beliau adalah salah seorang pejuang kesehatan yang sangat berjasa dalam mengatasi pandemi ini, terutama dalam hal uji klinis vaksin," ucap Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi seperti yang dikutip kantor berita Antara.

Kementerian Kesehatan tidak memberikan tanggapan ketika dimintai komentar soal banyaknya tenaga kesehatan yang tertular virus corona.

Beberapa pratiksi kesehatan kini mempertanyakan kemanjuran vaksin tersebut, walau Pemerintah Indonesia menyalahkan varian Delta, bukan vaksinnya.

Kebanyakan tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 hanya menunjukkan gejala ringan.

Namun, sebuah survei yang dilakukan Reuters pada dokter, direktur rumah sakit, dan kepala industri kesehatan di Pulau Jawa menemukan ribuan nakes terpaksa melakukan isolasi mandiri.

Lia Partakusuma, sekretaris jendral Asosiasi Rumah Sakit Indonesia mengatakan ia telah melakukan survei di rumah sakit umum di kota-kota besar Jawa.

"[Pihak rumah sakit] mengatakan 10 persen nakes mereka positif COVID," katanya.

Tingkat penularan COVID di Indonesia sudah mencapai titik di mana jumlah nakes berkurang, meski mereka sudah divaksinasi

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News