Informasi Seputar Tol Layang Jakarta-Cikampek, Tanpa SPBU dan Rest Area

Djoko memperkirakan peresmian dilakukan pada 15-17 Desember 2019. "Kami masih menunggu tanggal pasti dari pemerintah," katanya.
Jika diresmikan dan dioperasikan pada tanggal tersebut, maka jalan tol layang ini akan efektif untuk mengantisipasi kenaikan arus lalu lintas dari Jakarta dan sekitarnya yang melalui Cikampek menjelang akhir 2019 dan Tahun Baru 2020.
Selama ini menjelang akhir tahun dan awal tahun, terjadi kenaikan arus lalu lintas yang melintasi Cikampek. Karena itu, peresmian dan pengoperasian tol layang ini menjelang akhir tahun dinilai tepat.
Untuk mewujudkan proyek ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggandeng Acset menjadi kontraktor. Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita-Acset mengerjakan proyek ini selama sekitar dua tahun.
Sedangkan investornya adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT JJC yang juga operator manajemen pengusahaan tol layang ini.
Investasi yang digelontorkan mencapai Rp16,2 triliun, Rp13,5 triliun di antaranya untuk konstruksi.
Waktu pengerjaan proyek ini, selama dua tahun memang rentang waktu yang ketat. "Kami bekerja malam. Mulai pukul 22 sampai pagi," kata dia.
"Pola hidup kami pun menyesuaikan," kata dia menggambarkan hidupnya banyak begadang demi tol layang ini.
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau tol layang Jakarta-Cikampek, panjang 38 kilometer tanpa SPBU, target pertengahan Desember 2019 mulai dioperasikan.
- Booth Camilan Sehat dan Aktivitas Seru Warnai Jalur Mudik 2025
- SPBU di Denpasar Diduga Oplos BBM Pertalite
- Belasan Kendaran Mogok Karena Pertalite Tercampur Air di SPBU Trucuk Klaten
- Penjelasan Pengelola Tol Cipali soal Asap Muncul dari Dalam Tanah di Rest Area KM 86
- Muncul Asap dari Tanah, Rest Area KM 86 Tol Cipali Ditutup
- Kapolri: Rest Area KM 456 Salatiga Jadi Favorit Pemudik