Infrastruktur Bukan untuk Kemewahan, tapi Demi Daya Saing Nasional

Infrastruktur Bukan untuk Kemewahan, tapi Demi Daya Saing Nasional
Mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait di sela-sela simposium nasional di Jakarta, Senin (14/8). Foto: YSA/RMOL

Pada kesempatan itu Mbak Ani juga mengajak seluruh peserta simposium ini yang seluruhnya kalangan muda dan mahasiswa untuk memberi masukan dalam penyusunan APBN dan penggunaannya. Tujuannya agar APBN yang besarnya Rp 2100 trilun bisa kredibel, efisien, efektif dan berkesinambungan.

“Ayo saya mengajak para pemuda tidak hanya sibuk mengkritisi, tapi harus memberikan masukan.  Maka itu pemuda harus benar-benar memahami, peduli, kritisi dan awasi APBN kita,” tutupnya. 

Sedangkan Ketua Umum TMP Maruarar Sirait dalam kata sambutannya sebelum diskusi memuji keseriusan Presiden Jokowi dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Di antaranya melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Selain itu, Jokowi juga serius dalam mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia. Bahkan, kata Maruarar, Presiden Jokowi sangat serius dalam membangun Indonesa dari daerah dan dari pinggiran.

Ara -panggilan Maruarar- menuturkan, pembangunan berbagai infrastruktur bisa meningkatkan lapangan kerja dan akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. “Di era Presiden Jokowi juga ada dana untuk desa yang disalurkan begitu besar,” tuturnya.(ysa/rmol)


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi bangsa berdaya saing tinggi


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News