Inggris Akui Minyak Dibarter Bomber

Partai Konservatif Minta Penyelidikan Independen

Inggris Akui Minyak Dibarter Bomber
PUTRA pemimpin Libya Moammar Qadhafi, Seif al-Islam memegang tangan al-Megrahi tak berselang setelah pelaku pemboman pesawat Pan Am di Bandara Lockerbie itu dibebaskan karena alasan kanker prostat. Foto : AFP
Dokumen yang diterbitkan pemerintah menunjukkan bahwa Jack Straw, pada awalnya mencoba untuk memastikan bahwa urusan al-Megrahi terlepas dari perjanjian tahanan dengan Lybia. Namun pada Desember 2007, Jack Straw berubah pikiran.

Ia menulis surat ke mitra kerjanya di Skotlandia, yang menyebut negosiasi yang lebih luas dengan Libya sedang mencapai tahap krisis dan sebuah kesepakatan menyeluruhnya adalah kepentingan yang luar biasa bagi Inggris.

Tak lama, Libya meratifikasi perjanjian eksplorasi senilai USD 900 juta dengan BP. Jumat lalu, perusahaan minyak tersebut mengakui telah mendesak pemerintah Inggris untuk menandatangani kesepakatan pemindahan tahanan. Namun ditegaskan pula bahwa bukan al-Megrahi saja yang menjadi bagian pembicaraan.

Jack Straw mengatakan, bahwa Gordon Brown tidak terlibat dalam negosiasi tentang perjanjian tahanan. "Saya jelas tidak berbicara pada PM. Tidak ada jejak dokumen yang mengarah keterlibatannya," tandasnya.(ara/jpnn)

Berita Selanjutnya:
YouTube Akan Sewakan Film

LONDON – Kabar bahwa urusan minyak menjadi pertimbangan dalam kesepakatan pembebasan pembom pesawat Pan Am di Bandara Lockerbie, Abdel Baset


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News