Inggris Lakukan Vaksinasi COVID-19 Minggu Depan, Australia Mulai Maret

Inggris Lakukan Vaksinasi COVID-19 Minggu Depan, Australia Mulai Maret
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan rasa terima kasih kepada pembuat vaksin COVID-19 BoinTech-Pfizer dan memutuskan akan melakukan vaksinasi pada Rabu pekan depan. (Reuters: Paul Ellis)

Pemerintah Australia menyatakan disetujuinya vaksin COVID-19 di Inggris sebagai "langkah penting bagi dunia" namun tidak akan mengubah jadwal vaksinasi di Australia yang akan dimulai pada Maret tahun depan.

"Rencana kami tetap, akan memberikan persetujuan pada akhir Januari 2021, dan pelaksanaan vaksinasi pertama pada Maret 2021," kata Menteri Kesehatan Greg Hunt.

Pemerintah Federal telah membeli 10 juta dosis vaksin dari Pfizer yang diproduksi di luar negeri, daripada memproduksinya di Australia.

Itu karena vaksin Pfizer didasarkan pada teknologi mRNA, yang belum pernah berhasil diproduksi atau didistribusikan secara lokal sebelumnya.

Itu berarti vaksin perlu diangkut dalam jarak yang jauh dalam penyimpanan dengan yang suhu yang dikontrol.

Selain dari Pfizer, Australia telah menandatangani tiga kesepakatan lainnya dengan Novavax, Universitas Queensland dan Universitas Oxford/AstraZeneca untuk pengadaan vaksin COVID-19.

Ini juga merupakan bagian dari fasilitas vaksin global yang dikenal sebagai COVAX, inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memungkinkan semua negara berbagi biaya pengembangan vaksin dan manfaatnya.

Menteri Kesehatan Bayangan di Oposisi Australia Chris Bowen mengatakan bahwa jadwal bulan Maret memungkinkan adanya waktu yang cukup sampai vaksin tersedia.

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksinasi COVID-19 dengan menggunakan vaksin buatan Pfizer-BioNTech

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News