Ini Pembicaraan Prabowo dengan Kiai Sepuh NU Jatim, Ada Doa soal Pilpres 2024

Ini Pembicaraan Prabowo dengan Kiai Sepuh NU Jatim, Ada Doa soal Pilpres 2024
Menteri Pertahanan sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu kiai sepuh dan ulama NU Jatim di Surabaya, Senin (26/12). Foto: DPP Gerindra

Misalnya, pada peristiwa 10 November 1945, di mana fatwa jihad menjadi bukti sekaligus contoh bagi perjuangan bangsa melawan penjajahan. Demikian juga di masa berbagai macam pemberontakan terjadi, NU telah mengambil peranan penting guna menyelamatkan negara.

"Termasuk di tahun 1965 saat peristiwa G30S PKI dan tahun 1998 pada masa peralihan kekuasaan Orde Baru ke reformasi," ucap wakil ketua MPR itu.

Oleh karena itu, Muzani memandang NU menjadi faktor pengaman yang cukup dominan bagi negara. NU juga mengajarkan Islam yang teloren dan sangat menghargai perbedaan.

Oleh karena itu, pertahanan negara yang melibatkan para ulama dan pondok pesantren menjadi suatu hal yang sangat penting.

Muzani menyampaikan bahwa para kiai juga berharap kepada Prabowo agar jangan jangan menganaktirikan pondok pesantren. Sebab, banyak santri di ponpes-ponpes yang memiliki kemampuan dan pemikiran luar biasa.

Potensi itu semestinya bisa digunakan bagi kepentingan negara lainnya, tidak hanya di ponpes sehingga diperlukan adanya afirmasi persamaan. "Kiai-kiai sepuh juga berharap agar NU sebagai kekuatan besar tidak hanya digunakan jadi kendaraan politik semata," kata Muzani.

Selain itu, para kiai juga berpesan agar Partai Gerindra dan PKB untuk tetap solid menguatkan kerja sama politik.

"Para kiai berharap agar koalisi yang dibangun antara Gerindra dan PKB dapat terus dilanjutkan dalam pencalonan ke depan," ungkap Muzani.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani ungkap pembicaraan Prabowo Subianto saat bertemu para kiai sepuh NU Jatim di Surabaya. Ada soal Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News