Ini Pentingnya Periksa Kesuburan Sebelum Hamil

Ini Pentingnya Periksa Kesuburan Sebelum Hamil
ilustrasi

“Memerlukan berkali-kali pemeriksaan baru mendapat momongan. Intinya adalah bersabar, dan tiap pasangan harus saling mendukung. Terutama suami, harus lebih banyak menyemangati istri karena perempuan rentan stres,” pungkasnya.

Perlu diketahui juha, kesuburan bukan hanya akibat ada masalah reproduksi perempuan, tapi juga kualitas serta kuantitas sperma pria yang bermasalah. Jadi, bukan hanya perempuan, periksa kesuburan harus dilakukan bersama-sama.

“Masalah kesuburan yang dialami perempuan, 40 persen disebabkan karena adanya gangguan ovulasi, 40 persen disebabkan adanya infeksi saluran rahim. Penggunaan (pil) KB yang banyak mengandung hormon progesterone yang memperlambat sperma menembus indung telur. Juga faktor-faktor lain yang mengganggu terjadinya kehamilan,” jelas dr Irfan SpOG(K) saat ditemui di Rumah Sakit Siaga Samarinda dilansir Kaltim Post (Grup JPNN.com).

Gangguan ovulasi, sambung Irfan, sebagian besar disebabkan polycystic ovary syndrome (PCOS). Ini ditandai dengan haid yang tidak teratur, kelebihan berat badan atau obesitas. Haid setiap bulan bukan berarti haid perempuan teratur. Haid yang normal itu biasanya hanya sekitar 2-3 hari, kemudian pada hari kelima sudah bersih.

“Bila dalam 7-10 hari lebih masih haid, apalagi dengan darah haid banyak itu bisa jadi tanda-tanda haid yang tidak teratur,” paparnya.

PCOS membuat produksi sel telur terganggu, tidak matang dan tidak bisa dilepaskan. Sehingga tidak bisa dilakukan pembuahan dan terjadi kehamilan. Irfan mengatakan, bila sulit hamil disebabkan karena gangguan ovulasi, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

“Secara alami, dapat diatasi dengan menurunkan berat badan, memperbaiki pola hidup, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu memperbaiki siklus haid,” ucapnya.

Selain PCOS, masalah gangguan saluran rahim juga memengaruhi kesuburan. Misalnya karena adanya infeksi dari bakteri atau jamur akibat keputihan parah, berbau, berwarna kekuningan.

TIDAK kunjung memiliki momongan memang pasangan suami-istri (pasutri) perlu memeriksakan kesuburan. Ini berlaku bagi pasangan yang kira-kira sudah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News