Ini yang Paling Dibutuhkan Pengungsi Korban Rusuh Wamena

Ini yang Paling Dibutuhkan Pengungsi Korban Rusuh Wamena
Pengungsi korban kerusuhan di Wamena berada di Kodim 1902/Jayawijaya. Foto: ANTARA/Marius Frisson Yewun

jpnn.com, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, yang paling dibutuhkan pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, adalah solidaritas kemanusiaan. Bukan solidaritas dalam bentuk lain.

"Kalau mau solidaritas kemanusiaan, jangan yang lain. Yang dibutuhkan pengungsi sekarang adalah solidaritas kemanusiaan," tutur Choirul Anam di Jakarta, Senin (30/9).

Choirul berharap pemerintah daerah segera menyiapkan skema penanganan ribuan pengungsi dari Wamena setelah terjadi kerusuhan. Hal ini agar masalah kemanusiaan tidak bertambah luas.

Kebutuhan dasar para pengungsi juga harus diperhatikan, seperti makanan, air bersih serta obat-obatan, pun mesti menjadi perhatian pemerintah.

"Soal pengungsi harus mendapat perhatian sangat besar karena jumlahnya sangat banyak. Masalah kompleks dan paling penting skema penanganan pengungsi harus jelas sejak awal," kata Choirul Anam.

Saat situasi keamanan di Wamena dirasa cukup baik, Komnas HAM mendesak agar dilakukan investigasi mendalam serta penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan di Wamena.

"Kepada yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum, kami mendorong hukum ditegakkan supaya persoalan ini bisa terselesaikan dan tertangani sebaik-baiknya ke depan, supaya tidak terulang peristiwa seperti ini di waktu yang akan datang," tutur Choirul Anam. (Antara/jpnn)

Menurut Komnas HAM, yang paling dibtuuhkan pengungsi korban kerusuhan di Wamena adalah solidaritas kemanusiaan daripada solidaritas dalam bentuk lain.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News