Inilah Hasil Survei tentang Perilaku Sarapan Pagi di Masa Pandemi

Inilah Hasil Survei tentang Perilaku Sarapan Pagi di Masa Pandemi
Susan Bowerman, Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition. Foto: dokumentasi Herbalife Nutrition

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat perubahan kebiasaan kepada Gen Z dan milineal.

Menurut survei Herbalife Nutrition bertajuk Asia Pacific Breakfast Habits Survey 2021 diperoleh fakta bahwa dua dari lima atau 37 persen Gen Z dan milenial mulai lebih sering menyiapkan sarapan di pagi hari. 

Sementara, setengah dari responden sudah memulai sarapan 6-7 hari per minggu. 

"Dalam kebiasaan sarapan harus mempertimbangkan dua hal utama yaitu frekuensi sarapan dan nutrisi yang terkandung dalam menu sarapan sehat," kata Susan Bowerman, Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition, dalam keterangannya, Rabu (16/2).

Hal ini menurutnya menggembirakan karena membentuk sebuah kebiasaan baru tidak selalu mudah. Dibutuhkan tekat, kemauan kuat, dan lingkungan tepat untuk memulai sesuatu yang baru. 

"Penelitian telah menunjukkan bahwa rata-rata dibutuhkan 66 hari, setara dengan lebih dari dua bulan, agar sebuah perilaku baru menjadi kebiasaan," kata Susan.

Disebutkan dalam survei Herbalife, sebanyak 65 persen Gen Z dan milenial meningkatkan frekuensi sarapan mereka karena motivasi meningkatkan kesehatan.

Kemudian 48 persennya memiliki lebih banyak waktu untuk menyiapkan sarapan.

Survei Herbalife Nutrition pada 2021 menunjukkan orang yang sering melewatkan sarapan pagi cenderung ngemil makanan tidak sehat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News