Innalillahi, Begini Ternyata Manusia Kesetrum Listrik Tengangan Tinggi

Innalillahi, Begini Ternyata Manusia Kesetrum Listrik Tengangan Tinggi
Hanafi Lubis korban tersengat listrik. Foto: metrosiantar/jpg

“Tadi sudah kuingatkan juga mereka, kenapa tidak dipereteli dulu parabola sebelum dipindahkan. Tapi korban gak menghiraukan, tetap saja mereka mengangkat parabola tersebut dengan kondisi bulat terpasang,” akunya.

Akibat kejadian, Wagiran mengalami luka bakar pada tangannya. Sedangkan Hanafi Lubis sempat mengalami koma karena mengalami luka yang cukup serius. Korban dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah yang diduga akibat tertusuk pagar rumah saat jatuh dari lantai dua. Informasinya, tak lama dirawat di rumah sakit, Hanafi pun menghembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka.

Pantauan di rumah duka, tadi malam sekira pukul 21.00 WIB, ratusan warga sekitar dan sanak saudara korban mendatangi rumah sederhana berdinding setengah beton itu. Mereka tampak mengucapkan turut berdukacita secara bergantian kepada istri korban, mertua dan keluarga lainnya.

Sembari menerima salam para pelayat, istri korban tak henti-hentinya meneteskan air mata. Melihat itu, sejumlah pelayat yang berada dalam rumah bercat putih hijau itu juga turut meneteskan air mata.

Salah seorang rekan korban mengatakan, jenazah korban akan dikebumikan esok hari (hari ini, red), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Pane, Pematangsiantar.

Dikatakannya, Hanapi Lubis merupakan sosok yang baik hati dan setia dalam persahabatan. Dia adalah alumni SMK 1 Pematangsiantar. “Dia selama ini kerja bongkar muat produk makanan ringan di salah satu perusahaan di Medan,” ujarnya.(th/ray/jpnn)

SIANTAR – Wagiran, 56, bersama menantunya, Hanafi Lubis, 32, seketika terlempar dan jatuh dari lantai dua rumah milik Abdul Wahab saat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News