Inovasi Terbaru Metode Sunat MK Plus, Minim Sakit Tanpa Jarum Suntik

Inovasi Terbaru Metode Sunat MK Plus, Minim Sakit Tanpa Jarum Suntik
Ilustrasi peralatan bedah yang digunakan dalam operasi sunat. Foto: Brandon Bell / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

jpnn.com, JAKARTA - Rumah Sunat dr. Mahdian menjadi pelopor dalam dunia kesehatan setelah meluncurkan metode circumcision Klem.

Metode sunat yang diproduksi secara langsung oleh dr. Mahdian Nur Nasution, itu berhasil mendapatkan predikat hasil karya anak bangsa untuk pertama kalinya.

Alasan dr. Mahdian menciptakan alat itu karena penggunaan klem makin meningkat, sedangkan untuk mendapatkannya masih diimpor.

"Saya menciptakan klem sesuai anatomis anak Indonesia yang hasilnya tidak kalah dengan buatan luar negeri," ujar dr. Mahdian, dalam keterangannya, Selasa (12/12).

Kini, Rumah Sunat dr. Mahdian berinovasi kembali dengan campaign 'Sunat Tanpa Jarum Suntik', MK Plus.

Ide ini tercetus untuk mengatasi anak-anak yang trauma akan jarum suntik, sehingga tidak takut disunat.

Metode sunat MK PLUS ini diklaim sebagai penyempurnaan dari terdahulunya untuk mempermudah proses sunat bagi berbagai pihak.

Keuntungan dari metode terbaru ini adalah minim rasa sakit, tanpa perban, tanpa jarum suntik, alat sekali pakai, dan bisa langsung beraktivitas.

Rumah Sunat dr Mahdian meluncurkan MK Plus, metode sunat minim rasa sakit tanpa jarum suntk.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News