Institut Kesehatan Brasil Ragukan Keampuhan Vaksin Tiongkok yang Dibeli Indonesia

Institut Kesehatan Brasil Ragukan Keampuhan Vaksin Tiongkok yang Dibeli Indonesia
Seorang pria bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin China Sinovac Biotech di Beijing, China, 24 September 2020. (Supplied: REUTERS/Thomas Peter.)

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 siap suntik buatan Sinovac tiba di Indonesia pada 6 Desember lalu.

Hingga saat ini vaksin tersebut masih menunggu izin edar darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang terhalang interim result (laporan hasil sementara) uji klinis Sinovac yang belum dipublikasikan.

"Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik," tutur Juru bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia (21/12).

Institut Kesehatan Brasil Ragukan Keampuhan Vaksin Tiongkok yang Dibeli Indonesia Photo: Petugas mengecek kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). (Supplied: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.)

 

"Badan POM, bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin COVID-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO," tambahnya.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya (06/12) mengatakan bahwa pada bulan Desember ini juga rencananya akan tiba 15 juta dosis vaksin bahan baku curahdari Sinovac.

Selain itu, Pemerintah Indonesia mengusahakan 1,8 juta dosis vaksin siap suntik dan 30 juta dosis bahan baku curah pembuatan vaksin COVID-19 untuk diterima Indonesia pada Januari 2021.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan jika ia akan menjadi yang pertama disuntik vaksin, untuk meyakinkan warga dengan keamanan vaksin yang rencananya akan diberikan secara gratis.

Tingkat kemanjuran vaksin COVID-19 buatan perusahaan Tiongkok yang telah dibeli Indonesia kini diremehkan oleh sebuah institut di Brasil

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News