Investor Kakap Hengkang, PKS: Sektor Migas Terancam

Investor Kakap Hengkang, PKS: Sektor Migas Terancam
Politikus PKS Mulyanto menyesalkan hengkangnya investor kakap migas, karena sangat serius dan akan berdampak luas. (ANTARA/HO-Pertamina)

"Tren perusahaan migas yang bertransformasi menjadi perusahaan energi semakin marak," imbuh Mulyanto.

Di sisi lain, lanjut Mulyanto, tingkat risiko bisnis migas dirasakan makin tinggi.

Legislator dari Fraksi PKS itu menilai faktor Covid-19 juga dalam hal-hal tertentu terkait dengan “perang” perebutan sumber daya alam seperti sekarang ini yang tampak di Laut China Selatan.

Manuver China telah mengganggu keamanan aktivitas penambangan migas kita di sana.

"Ke depan Pemerintah harus mengambil langkah-langkah konkret terkait pembangunan iklim investasi khususnya di sektor migas ini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk, insentif fiskal, kemudahan berinvestasi, serta kepastian hukum.

ConocoPhillips hengkang dari Blok Corridor (Corridor PSC), Sumatra Selatan pada 8 Desember 2021 lalu, dan pindah ke Australia.

Sebelumnya Royal Dutch Shell Shell dilaporkan melepas 35 persen sahamnya di Blok Masela. Chevron yang menyatakan menarik diri dari proyek Deep Water Development (IDD), Kalimantan Timur setelah menyerahkan Blok Rokan kepada Pertamina.

Total dilaporkan sudah menghentikan aktivitas operasinya di Blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu setelah dikelola selama 50 tahun.

Pada sisi investasi dilaporkan sektor migas hingga kuartal III 2021 tercatat baru mencapai USD 9,07 miliar atau 53,95 persen dari target sebesar USD 16,81 miliar untuk tahun ini. (mcr10/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Politikus PKS Mulyanto menyesalkan hengkangnya investor kakap migas, karena sangat serius dan akan berdampak luas.


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News