Irjen Fadil Imran Membeber Modus Para Preman Tanjung Priok, Detail, Jumlah Uang Lumayan Besar

Dia menambahkan, para pelaku meminta uang ke perusahaan itu agar kendaraan pengangkut barang mendapatkan keamanan dari tindak kejahatan yang biasa dilakukan oleh para asmoro.
"Modus operandinya para pelaku ini seolah-olah mengamankan, tetapi sejatinya melakukan pemerasan kepada perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok," tutur Fadil.
Mantan Dirkrimsus Polda Metro Jaya itu menambahkan, ada ratusan kontainer dari sejumlah perusahaan angkutan barang setiap hari beraktivitas keluar dan masuk kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Bila satu perusahaan pengangkut barang memiliki sepuluh truk kontainer, setidaknya mengeluarkan uang untuk membayar ke para tersangka sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta tiap bulan.
"Memuluskan aksinya, kelompok ini menyuruh preman yang disebut asmoro yang ada di jalan melakukan tindakan kriminal seperti merampas ponsel, mencuri, memeras dengan modus operandi menjual aqua," kata Irjen Fadil Imran. (cr3/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Polisi membekuk 24 preman yang diduga pelaku pungli yang kerap beraksi di Pelabuhan Tanjung Priok, simak penjelasan Irjen Fadil Imran.
Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama
- Waka MPR Sebut Kehadiran Prabowo Saat May Day Wujud Komitmen Keberpihakan Kepada Buruh
- Preman di Tangerang Mulai Disikatin Polisi
- BG Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Ormas Bermodus Premanisme
- Polres Tanjung Priok Bantu Keluarga Terlantar Kembali ke Depok
- Pabrik BYD Belum Beroperasi Secara Aktif, Tetapi Sudah Diganggu Ormas
- Wali Kota Bandung Temukan Pungli Pengelolaan Sampah Pasar Gedebage