Irwan Memastikan Akses ke Ibu Kota Baru Bukan Jalan Berkelok

Irwan Memastikan Akses ke Ibu Kota Baru Bukan Jalan Berkelok
Mobil berpelat Indonesia-1 yang ditumpangi Presiden menuju kawasan ibu kota baru lewat jalanan berkelok dan menanjak serta ekstrem karena jalan pasir dan berlumpur akibat hujan, Selasa (17/12). Foto M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com,  BALIKPAPAN - Anggota Komisi V DPR Irwan Fecho memastikan akses menuju kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bukan jalan berkelok yang dilewati Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi melakukan peninjauan ke lokasi ibu kota negara baru melewati jalanan berkelok dan menanjak yang cukup ekstrem, pada Selasa (17/12). Bahkan, ada mobil ditumpangi rombongan menteri nyaris celaka karena mogok di tepi jurang.

Irwan mengatakan bahwa ke depan bukan jalur tersebut yang akan dibangun untuk akses menuju kawasan ibu kota baru. “Enggak. Itu kan jalan HTI, jalan produksi,” ucapnya kepada jpnn,com di Balikpapan, Selasa malam.

Wakil rakyat asal Kalimantan Timur ini menyebutkan, sebagaimana direncanakan pemerintah, akses menuju ibu kota negara baru akan dibangun jalan baru.

"Aksesnya nanti dari tol yang diresmikan tadi, tol Samboja, dibuat tol lagi ke arah ibu kota baru. Buat jalur baru, masak pakai berkelok-kelok begitu,” jelas Irwan.

Irwan sendiri mengapresiasi peresmian Jalan Tol Balikpapan - Samarinda oleh Jokowi. Sebab, kehadiran infrastruktur jalan bebas hambatan tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kaltim.

"Ini adalah tol pertama di Kalimantan sekaligus monumen sejarah ke depan bagaimana tol ini menandakan mulai hadirnya keadilan infrastruktur jalan di luar Pulau Jawa khususnya di Kalimantan," tambah Irwan.

Selain itu, Tol Balikpapan - Samarinda juga menjadi jalan akses pendukung strategis bagi masyarakat di Ibu Kota Negara yang baru nanti.

Irwanmengapresiasi peresmian Jalan Tol Balikpapan - Samarinda oleh Jokowi. Sebab, kehadiran infrastruktur jalan bebas hambatan tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kaltim.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News