JPNN.com

Isi Konten Video Medsos Dinilai Lebih Berbahaya Ketimbang Film Bioskop

Jumat, 14 Februari 2020 – 23:16 WIB Isi Konten Video Medsos Dinilai Lebih Berbahaya Ketimbang Film Bioskop - JPNN.com

jpnn.com, PAMEKASAN - Akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Ali Humaidi, M.Si menilai pengaruh dari konten video di media sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter, lebih berbahaya bagi masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak, ketimbang keberadaan film-film di bioskop.

Film-film di bioskop, menurut Ali Humaidi, merupakan konten yang sudah melalui dan lulus sensor, serta sudah ditentukan batasan usia penontonnya berdasarkan isi filmnya, sedangkan konten video dan film di media sosial sebagian besar tidak melalui proses itu.

"Kalau di media sosial ini kan tidak terlalu ketat, dan bisa diakses oleh siapa saja, serta bisa ditonton kapan saja," katanya di Pamekasan, Jumat (14/2).

Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Madura ), itu menyampaikan hal itu menanggapi adanya penolakan sebagian ormas Islam di Pamekasan terhadap keberadaan gedung bioskop.

Kelompok yang menolak menilai keberadaan bioskop berpotensi mendatangkan maksiat, dan mencederai nilai-nilai Islam.

Padahal, menurut Ali Humaidi, yang seharusnya diperhatikan secara saksama adalah peredaran video di media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, dan juga blog.

Lebih berbahaya karena isi konten media sosial beredar tanpa melalui penyaringan lantaran diunggah langsung oleh penggunanya.

"Dan video di media sosial ini sudah ada di masing-masing orang melalui telepon seluler yang mereka miliki. Jadi sangat bebas," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ridha