Israel Tega Banget, Bongkar Sekolah Bocah Palestina Sehari Jelang Ajaran Baru

Israel Tega Banget, Bongkar Sekolah Bocah Palestina Sehari Jelang Ajaran Baru
Struktur fondasi untuk sekolah anak-anak Palestina di Desa Jub-Ad-Dhib, Tepi Barat sebelum dihancurkan otoritas Israel. Foto: B'Tselem

jpnn.com, WEST BANK - Anak-anak Palestina di kawasan pendudukan Israel di Tepi Barat terpaksa memulai awal tahun ajaran baru di tenda-tenda darurat. Sebab, otoritas Israel telah menghancurkan kelas-kelas mereka sehari sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Sekitar 80 anak usia 5-10 tahun dari Desa Jub-Ad-Dhib harus menghadiri kelas beratap terpal atau bahkan langsung di bawah terik matahari, Rabu (23/8). Sehari sebelumnya (22/8), Israel memutuskan menyita dan menghancurkan kabin-kabin logam berbentuk kura-kura yang selama ini digunakan sebagai kelas.

Selanjutnya area sekolah itu disegel dan dinyatakan sebagai zona militer. Menurut kelompok hak asasi Israel, B’Tselem, tentara di Negeri Yahudi itu menggunakan granat kejut atau flashbang untuk mengusir warga Palestina.

Warga yang tergusur pun berupaya menggagalkan pembongkaran kelas-kelas di Desa Jub-Ad-Dhib. Media Israel menyebut warga setempat melemparkan batu ke arah tentara Israel saat proses pembongkaran.

Sebelumnya ada enam kabin sumbangan Uni Eropa yang sudah terpasang untuk ruang-ruang kelas. Pembuatan kelas itu agar anak-anak Desa Jub-Ad-Dhib tak harus berjalan selama sejam untuk bersekolah.

Tap,i baru dua pekan terpasang, kabin-kabin itu sudah diratakan. Kabarnya, sekolah itu didirikan tanpa ada izin kelayakan.

Sebelumnya, pada 9 Agustus lalu pihak keamanan Israel juga mencopot panel surya pencatu daya listrik di sebuah sekolah bagi komunitas Badui di dekat Jerusalem. Pengadilan memang mengeluarkan surat perintah tentang pencopotan panel-panel itu.

Namun, surat perintah itu terbit sejam setelah proses pembongkaran. Hal itu menunjukkan izin baru untuk membangun hunian bagi warga Palestina jelas tak dimungkinkan.

Anak-anak Palestina di kawasan pendudukan Israel di Tepi Barat terpaksa memulai awal tahun ajaran baru di tenda-tenda darurat. Sebab, otoritas Israel

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News