Istana Respons Tudingan Prabowo soal Kerja Intelijen

Istana Respons Tudingan Prabowo soal Kerja Intelijen
Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin dan Presiden Joko Widodo. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden atau KSP, Ali Mochtar Ngabalin merespons pidato Prabowo Subianto soal kerja intelijen yang disebut menginteli mantan presiden hingga ulama.

"Siapa yang diinteli? Kasih dong datanya. Dari kantor ini menurut perintah Bapak Presiden, dari kantor KSP kami bisa melakukan (pengusutan) itu asal kasih data yang akurat, saya orangnya yang bisa melakukan itu," ucap Ngabalin di kantornya, Selasa (15/01).

Dalam pidato kebangsaan bertajuk Indonesia Menang, di JCC Senayan, Senin (14/1) malam, Prabowo mengatakan negara butuh intelijen yang unggul dan setia kepada negara.

Kerja-kerja intelijen, kata mantan Danjen Kopassus itu, seharusnya dilakukan terhadap musuh negara, bukan mantan Presiden RI, eks ketua MPR RI, anak proklamator hingga para ulama. Nah, Ngabalin mempertanyakan siapa mantan presidennya.

"Siapa mantan presiden yang merasa diinteli? Jangan-jangan buat bohong. Jangan buat berita bohong, sayang dong kalau berita bohong itu keluar dari mulut, cukup Andi Arief lah jangan calon presiden Prabowo bikin berita bohong lagi nanti," tandas pria berserban itu. (fat/jpnn)

 


Ali Mochtar Ngabalin membantah omongan Prabowo yang disampaikan saat pidato kebangsaan yang menyebut mantan presiden hingga ulama diinteli.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News