Istri Minta Izin Keluar dengan Selingkuhan, Suami Murka, Pisau Ditancapkan di Leher

Istri Minta Izin Keluar dengan Selingkuhan, Suami Murka, Pisau Ditancapkan di Leher
Pelaku pembunuhan berinisial MA ketika memberikan keterangannya ke hadapan polisi dalam konferensi pers di Mapolresta Mataram, Senin (19/4/2021). Foto: Antara/Dhimas B.P.

"Anak saya dua, paling besar usianya 9 tahun. Sekarang mereka tinggal sama neneknya," kata dia.

Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (17/4) dinihari di di Jalan Adi Sucipto, depan Mako Lanud Zainuddin Abdul Madjid.

Lokasi tersebut menjadi tempat keseharian pelaku bersama korban berdagang buah menggunakan mobil "box pick-up".

Motif dari peristiwa pembunuhan itu diduga karena pelaku sakit hati melihat korban berkomunikasi mesra via telepon dengan pria lain.

Kepada polisi, tingkah laku demikian diduga kerap dilakukan oleh korban secara terang-terangan di hadapannya.

Pertengkaran hebat pun terjadi hingga akhirnya korban melontarkan kepada pelaku tidak bisa ikut berjualan pada esok hari dengan alasan akan pergi kencan dengan selingkuhannya.

Pelaku yang mendengarnya kemudian terbakar api cemburu. Dalam keadaan emosi, pelaku mengambil pisau yang ada di atas meja dagangannya dan langsung menusuk leher korban.

"Korban yang sudah tidak sadarkan diri diangkut pelaku ke dalam mobil. Dia bawa korban ke Rumah Sakit St. Antonius di wilayah Ampenan," kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi.

Pertengkaran hebat pun terjadi hingga akhirnya korban melontarkan kepada pelaku tidak bisa ikut berjualan pada esok hari dengan alasan akan pergi kencan dengan selingkuhannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News