Italia Buka Pintu, Pengungsi Akhiri Mogok Makan

Italia Buka Pintu, Pengungsi Akhiri Mogok Makan
Pengungsi di Roma. Foto: AFP

jpnn.com - Sebanyak 137 pengungsi itu diturunkan dari kapal patroli Diciotti kemarin pagi, Minggu (26/8). Sudah 10 hari mereka tidak bisa turun ke Pelabuhan Catania.

Proses identifikasi oleh kepolisian Italia mengakhiri drama pertikaian medsos dan aksi mogok makan yang sempat mewarnai hari-hari para pencari suaka itu.

Sehari sebelumnya (25/8) para imigran yang frustrasi tersebut memutuskan untuk mogok makan. Mereka merasa sudah cukup menderita saat ditahan sindikat perdagangan manusia berbulan-bulan.

Harapannya, Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini bisa berubah sikap. Sebab, Salvini-lah yang menolak kehadiran para pengungsi itu.

Akhirnya, kabar gembira muncul. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan bahwa imigran bisa diturunkan. Hal tersebut dilakukan setelah beberapa pihak menyatakan sanggup menanggung imigran yang akan dibebaskan tersebut.

Ada tiga pihak yang ambil bagian. Yakni, pemerintah Irlandia dan Albania yang berkomitmen menampung 20 pengungsi. Para uskup gereja Katolik di Italia juga berjanji menanggung 100 pengungsi.

”Italia harus sadar bahwa semangat solidaritas ternyata sulit diwujudkan dalam keadaan nyata,” ujar Conte kepada Associated Press.

Tapi, Conte tak terlalu happy. Yang terjadi bukan sebuah solusi ideal yang diharapkan pemerintah Italia. Selama beberapa hari, mereka terus meminta sesama anggota Uni Eropa. Namun, hanya Irlandia yang mau membantu.

Sebanyak 137 pengungsi itu diturunkan dari kapal patroli Diciotti kemarin pagi, Minggu (26/8). Sudah 10 hari mereka tidak bisa turun ke Pelabuhan Catania.

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News