Ivanka Lincoln

Ivanka Lincoln
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - PENYAKIT ini disebut 'Trauma 2016'.

Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton.

Dan itu benar. Hillary pun menang. Perolehan suaranyi 6 juta lebih banyak dari Donald Trump. Tapi nyatanya Trump-lah yang jadi presiden.

Baca Juga:

Itulah trauma terbesar sekarang ini di sana. Apalagi satu-satunya lembaga survei yang dulu mengunggulkan Trump kali ini juga masih sama. Baca juga: Survei Tekanan Sosial

Mengapa seperti itu?

Dahulu itu, kata mantan Presiden Barack Obama, Demokrat terlalu merasa di atas angin. Akhirnya banyak orang yang tidak mau ke TPS. Perasaan mereka: kan sudah pasti menang.

"Kali ini tidak boleh begitu. Jangan lagi. Kali ini saja," ujar Obama yang akhir minggu lalu ikut kampanye mendukung Joe Biden —yang dulu menjabat wakil presidennya itu.

Gara-gara kemalasan dulu itu, katanya, kita akhirnya punya presiden yang tiap hari bikin bingung.

Di Indonesia yang lebih diperlukan adalah 'serangan darat', bahkan serangan fajar. Pun, serangan fajarnya sendiri tidak penting –warna isi amplopnya itu yang penting.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News