JPNN.com

Jack Paskalis: Ada Dugaan Kuat Pihak Luar Sengaja Bikin Golkar Pecah

Selasa, 10 September 2019 – 00:17 WIB Jack Paskalis: Ada Dugaan Kuat Pihak Luar Sengaja Bikin Golkar Pecah - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kelompok Aktivis Muda Partai Golkar menduga ada sinyalmen kuat muncul pihak luar Partai Golkar yang sengaja ingin menciptakan perpecahan di tubuh Golkar. Kelompok tersebut secara sengaja melakukan operasi untuk membuat kegaduhan sehingga Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto tidak menjadi pemenang Pemilu pada tahun 2024 mendatang.

"Kalau kami mencermati kasus per kasus sampai hari ini menjelang Munas Desember 2019, ada dugaan sangat kuat ada pihak luar yang secara sengaja ingin membuat rusuh di internal sehingga Golkar pecah. Modusnya hampir sama dengan 2014 saat Pak Aburizal dan Pak Agung Laksono," kata Ketua Umum Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/9).

Kelompok tersebut, kata dia memiliki agenda untuk membuat Partai Golkar tidak berdaya karena ditakutkan menjadi pemenang pada Pemilu 2024 mendatang.

“Mereka takut sekali karena Partai ini akan menang di 2024 sehingga dicari upaya bagaimana menghancurkannya," lanjut Jack.

Jika mencermati kasus pelemparan bom molotov dan penggembokan kantor DPP Partai Golkar oleh sejumlah oknum yang mengaku pengurus AMPG lanjut dia menjadi bukti kuat intervensi pihak luar tersebut.

"Betul ada yang menunggangi dinamika di tubuh internal karena kami tahu betul oknum-oknum yang mengaku AMPG tersebut adalah orang-orang yang sudah dipecat. Mereka sudah bukan pengurus lagi sehingga punya niat membuat rusuh. Kami pastikan kelompok ini akan kami lawan," tegas dia.

Pihaknya juga menyayangkan cara yang dipakai oleh salah satu Caketum Golkar Bambang Soesatyo yang dianggap terlalu memaksakan diri sehingga tidak lagi mengindahkan cara-cara demokratis.

"Sikap Mas Bambang yang ngotot menyelenggarakan Munas lebih cepat dari waktu adalah salah satu contoh yang tidak patut. Hanya karena soal jabatan di kabinet lalu memaksakan kehendak dan lagi dipakai cara-cara yang tidak elegan," ungkap Jack.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...