Kamis, 22 November 2018 – 17:54 WIB

Jacksen F. Tiago, Pemain dan Pelatih Asing Tersukses di Indonesia

Kamis, 04 Desember 2008 – 06:56 WIB
Jacksen F. Tiago, Pemain dan Pelatih Asing Tersukses di Indonesia - JPNN.COM

BANYAK pemain asing yang sanggup membawa tim menjadi juara di pentas sepak bola Indonesia. Ada juga pelatih asing yang sukses mempersembahkan gelar bagi timnya. Tapi, pencapaian Jacksen F. Tiago melebihi itu semua.

Arena Liga Indonesia (Ligina) mencatat banyak nama pemain asing yang menghadirkan gelar bagi tim yang dibelanya. Sebut saja, Luciano Leandro yang menyumbangkan gelar juara bagi Persija Jakarta. Begitu juga pula dengan Christian Gonzalez bersama Persik Kediri. Terbaru, pilar-pilar seperti Zah Rahan maupun Keith Kayamba Gumps membawa pulang trofi juara ke bumi Palembang bersama Sriwijaya FC.

Sergei Dubrovin tak mau ketinggalan kereta sebagai ekspatriat yang sukses di Ligina. Sejarah juga dicatatnya kala menjadi pelatih asing pertama yang sanggup membawa sebuah tim menjadi kampiun Ligina. Gelar tersebut dia peroleh saat mengarsiteki Petrokimia Putra Gresik pada 2001/2002.

Namun, apa yang ditorehkan para ekspatriat tersebut hanya terjadi di satu bidang. Luciano, Gonzales, maupun Kyamba hanya sukses sebagai pemain. Mereka belum pernah sekalipun mempersembahkan juara sebagai arsitek tim.

Dubrovin pun setali tiga uang. Pelatih asal Moldova itu belum pernah merasakan kerasnya iklim Ligina sebagai pemain. Dia datang dan mempersembahkan gelar juara bagi tim asal Kota Pudak tersebut sebagai tactician.

Luciano punya kans untuk sukses sebagai pelatih. Tapi, peluangnya hanya seperti titik hitam di kuku. Teramat kecil. Sebab, PSMS Medan yang saat ini dia tukangi terjerembap di zona degradasi.

Karena itu, apa yang ditorehkan mereka harus disimpan rapat-rapat jika mengalihkan pembicaraan pada seorang Jacksen F. Tiago. Pria asli Brazil tersebut menjadi satu-satunya ''perantau'' yang mencatat sukses paling besar.

Jacksen adalah pemain dan pelatih asing pertama yang sanggup mendonasikan gelar juara bagi tim yang dipegang. Dua gelar tersebut dipersembahkan pria 40 itu saat berbaju Persebaya Surabaya. Masing-masing pada 1996/1997 atau Ligina III sebagai pemain dan 2003-2004 sebagai aktor di pinggir lapangan.

Menariknya, dia membawa Persebaya menjadi juara Divisi I pada musim 2003 atau Ligina IX dan Divisi Utama pada musim berikutnya. Bahkan, saat menjadi pemain Persebaya, Jacksen tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liga Indonesia.

''Persebaya akan selalu berada di hati dan pikiran saya. Klub itu teramat istimewa untuk karir saya di Indonesia. Begitu juga dengan suporter dan iklim sepak bolanya. Terima kasih Surabaya,'' ungkap Jacksen saat ditemui di Agro Wisata, Batu, Jumat (28/11).

Wajar Jacksen merasa berutang budi pada klub berjuluk Green Force tersebut. Meski, itu bukan klub pertamanya di Indonesia. Petrokimia Putra Gresik menjadi pelabuhan pertama Jacksen di Indonesia pada musim 1994/1995.

Setahun di Kota Pudak itu, Jacksen langsung terbang ke Sulawesi untuk bergabung bersama PSM Makassar. Dewi fortuna belum merangkulnya di dua klub tersebut. Dia hanya sanggup mengantar Petrokimia dan PSM sebagai runner-up.

Padahal, cerita sukses Jacksen di Indonesia bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Siapa sangka kedatangan dia di Indonesia terjadi akibat sebuah penipuan.

Ya, Jacksen ditipu oleh agen FIFA, Anghel Lonita, yang menawari untuk bermain di Liga Malaysia. Dia setuju dengan orang Swiss tersebut.

Namun, segalanya berubah saat mereka mendarat di Singapura. Saat itu, Jacksen diberi tahu bahwa dirinya tidak akan bermain di Liga Malaysia, tapi di Indonesia. ''Awalnya, saya tidak tahu Indonesia. Yang saya tahu hanya Bali. Karena itu, saya menyebut kejadian itu sebagai kecelakaan,'' tutur ayah dua anak, Matheus, 16, dan Ayub, 12, tersebut.

''Awalnya berat bermain di Indonesia. Tapi, saya seorang petarung. Saya tidak ingin kalah dengan keadaan,'' tegasnya.

Semangat baja itu memang membuahkan hasil. Jacksen bisa menuai banyak kesuksesan. Sebagai pemain, sepak terjangnya tentu tidak bisa dilupakan.

Sebagai pelatih, dia pun layak dicap sebagai arsitek asing papan atas di Ligina. Setelah gantung sepatu pada 2002, beberapa klub sudah merasakan sentuhan tangannya. Selain Persebaya, masih ada Persita Tangerang, Persiter Ternate, serta Persitara Jakarta Utara. Paling gres, dia masih melakoni peran sebagai pelatih Persipura Jayapura menggantikan Raja Isa asal Malaysia.

Tuah Jacksen tentu ditunggu pencinta sepak bola Papua. Dia diharapkan kembali bisa memberikan gelar juara yang terakhir digenggam Persipura pada 2005/2006.

''Kalau ingat Lonita, saya masih marah kepada dia. Tapi, mungkin ini petunjuk Tuhan. Saya memang ditakdirkan untuk berkarir di Indonesia. Kalau di luar negeri, belum tentu saya bisa sukses. Karena itu, saya bilang ini adalah kecelakaan yang membawa berkah,'' ujarnya. (ragil ugeng/diq)

BIODATA:

Nama: Jacksen.F.Tiago

Lahir: Brazil, 28 Mei 1968

Istri: Fatima Coelho

Anak: Matheus Tiago & Ayub Tiago

Karir Pemain:

1994 - 1995 Petrokimia Putra Gresik

1995 - 1996 PSM Makassar

1996 - 1998Persebaya Surabaya

1998 - 1999 Geylang United Singapura

1999 - 2000Persebaya Surabaya

2001: Petrokimia Putra Gresik

Karir Pelatih :

2002 - 2003Assyabaab (Liga Internal Persebaya)

2003 - 2005Persebaya Surabaya

2006 - 2007Persita Tangerang

2008 - Persitara Jakarta Utara

2008 - Persipura Jayapura
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar