Jadi Kuli Bangunan dan Buka Warung Kecil-kecilan

Jadi Kuli Bangunan dan Buka Warung Kecil-kecilan
DEMI ANAK-ISTRI: Irwin Ramadhana yang kini berseragam sekuriti Bank Sumut setelah tak memperkuat PSMS Medan. Foto: MUHAMMAD AMJAD/JAWA POS

"Tapi, manajemen tak pernah menghargai perjuangan kami. Pemain malah dibohongi terus, hati mereka di mana?" sungut Herman.

Dengan kondisi PSMS seperti saat ini, para pemain kompak menolak jika nanti disodori kontrak baru oleh manajemen. Sebelum manajemen diganti dan tunggakan gaji dibayarkan, mereka enggan memperkuat PSMS.

Belum lagi PSMS saat ini sedang disorot lantaran upaya pengaturan skor pertandingan (match fixing) yang diduga dilakukan manajemen. Tujuannya, mereka mendapatkan uang yang akan digunakan untuk membayar gaji pemain. Tapi, upaya itu ditolak mentah-mentah oleh pemain dan pelatih. Mereka tidak ingin nama besar PSMS dan Kota Medan tergadaikan.

Sementara itu, Ketua Umum PSMS Indra Sakti seperti tak peduli dengan kondisi tersebut. Sampai saat ini, orang paling bertanggung jawab terhadap situasi di PSMS itu sulit ditemui dan keberadaannya tak diketahui.

"Kami sudah lama mencari dia, tapi tidak tahu keberadaannya. Kami hanya ingin menagih komitmennya saat mengontrak kami," tandas Ardhana. (*/c9/ari)


KARENA berbulan-bulan gaji tak dibayar, para pemain PSMS Medan hidup merana. Ada yang terpaksa beralih profesi sebagai kuli bangunan, jaga warung,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News