Selasa, 20 November 2018 – 14:59 WIB

Kegigihan Rustono, Raja Tempe asal Indonesia di Jepang

Jadi Terkenal setelah Nekat Bangun Pabrik di Musim Dingin

Jumat, 30 Agustus 2013 – 06:02 WIB
Jadi Terkenal setelah Nekat Bangun Pabrik di Musim Dingin - JPNN.COM

Rustono (kanan) dan dosen FTP Universitas Jember Nur Novianto dalam seminar pangan nasional di Hotel Aston Jember, Rabu (28/8). F-Narto/ Radar Jember/JPNN

KEGIGIHAN Rustono, pengusaha tempe asal Indonesia yang kini tinggal di Jepang, patut ditiru. Berkali-kali produknya ditolak hotel dan restoran. Tapi, itu tak menyurutkan semangatnya untuk memasarkan makanan khas Indonesia tersebut. Kini tempe Rustono menguasai pasar Jepang.

NARTO, Jember
      
Siapa mengira bahwa Rustono yang dulu bukan siapa-siapa kini menjadi pengusaha sukses di Jepang. Siapa mengira warga Jepang yang dulu enggan makan tempe sekarang menjadi doyan makanan berbahan kedelai itu.

Meski bukan yang pertama, Rustono termasuk orang Indonesia yang dengan gigih mempromosikan tempe di Negeri Matahari Terbit. Dia pun kini memetik hasilnya. Usahanya sukses besar. Pasar tempenya menguasai negara itu, bahkan mulai menembus pasar Eropa.

Succes story Rustono yang mengawali usaha dari nol tersebut diungkapkan dalam seminar pangan nasional yang diadakan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) di Hotel Aston, Jember, Rabu (28/8) lalu. Ikut menyimak dengan saksama Bupati Jember M.Z.A. Djalal.

Rustono mengaku tidak menyangka akan menjadi pengusaha tempe di negeri orang. Sebab, sebenarnya, cita-citanya sejak kecil hanya ingin naik pesawat terbang. Untuk mewujudkan impiannya itu, dia lalu kuliah di akademi perhotelan yang memungkinkan dirinya kelak terbang dari satu kota ke kota lain, bahkan ke luar negeri.

Setamat kuliah pada 1990 dia bekerja di sebuah hotel yang cukup besar di Jakarta. Impiannya mendekati kenyataan. Di tempat kerjanya itu, pria asal Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, tersebut banyak berhubungan dengan tamu asing. Salah satunya Tsuruko Kuzumoto, tamu dari Jepang, yang berlibur di Indonesia.

Pertemuan dua insan beda negara itu rupanya seperti suratan takdir. Keduanya saling jatuh cinta. Bahkan, mereka bersepakat meneruskannya ke pelaminan. Tak lama kemudian Tsuruko mengajak Rustono terbang ke Jepang. Pada 1 Oktober 1997 Rustono menginjakkan kaki di Negeri Sakura. Sejak itulah dia memulai hidup baru di negara istrinya, seorang pegawai bank swasta.

"Saya mau diajak ke Jepang, tetapi dengan syarat saya boleh membuka usaha di sana," ungkap Rustono ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember seusai menjadi narasumber seminar itu.

SHARES
TAGS   tempe
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar