Jangan Asal Berkomentar, Body Shaming Bisa Picu Stres

Jangan Asal Berkomentar, Body Shaming Bisa Picu Stres
Body shaming. Foto: Pixabay

Harus diketahui, tingkat dan cara mengendalikan stres tiap orang berbeda-beda. Bagi mereka yang bisa menghadapinya dengan sikap positif, cenderung akan merasa acuh tak acuh pada body shaming yang dilakukan terhadapnya.

Namun, tidak sedikit juga yang sampai mengalami masalah serius.

Dalam survei online yang dilakukan oleh Mental Health Foundation, 31% remaja merasa malu terhadap tubuhnya, 35% orang dewasa pernah merasa depresi terhadap tubuhnya, dan 13% orang dewasa merasa ingin bunuh diri karena kekhawatiran tentang citra tubuhnya sendiri. Menyedihkan bukan?

Dengan mengetahui banyaknya orang yang mengalami gangguan jiwa akibat dari dampak psikologis body shaming, kita tidak boleh menganggap remeh hal ini! Lebih berhati-hatilah dalam mengeluarkan suatu perkataan atau candaan, baik secara langsung atau lewat media sosial.

Karena, kita tidak pernah benar-benar tahu bahwa ternyata orang tersebut menganggap serius sebuah perkataan hingga membuatnya stres.

Dampak psikologis body shaming bisa dihindari dengan cara lebih menghargai dan mencintai diri sendiri, serta tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Mulai sekarang, hentikan body shaming dan berusahalah untuk lebih peka terhadap omongan yang diucapkan.(FR/RPA/klikdokter)

Mengomentari secara negatif tentang ukuran atau bentuk tubuh seseorang dapat sangat berpengaruh dan berpotensi menyebabkan rasa harga diri yang rendah, kemarahan, stres, ingin melukai diri sendiri.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News