JPNN.com

Jangan Membocorkan Strategi TNI dan Polri kepada MIT Poso

Senin, 30 November 2020 – 10:31 WIB
Jangan Membocorkan Strategi TNI dan Polri kepada MIT Poso - JPNN.com
Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala masih mengejar sejumlah anggota MIT Poso. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, PALU - Pasukan TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala masih memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora yang diduga melakukan pembunuhan terhadap empat orang dalam satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menyatakan kepada semua pihak di Indonesia secara khusus Sulteng, untuk tidak memberikan ruang kepada kelompok MIT.

"Semua komponen yang ada di Indonesia secara umum, terkhusus untuk Sulawesi Tengah, mulai dari pemerintah, TNI dan Polri, umat beragama, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat, harus bersatu padu melawan gerakan radikalisme dan terorisme oleh MIT," ujar Prof Sagaf S Pettalongi MPd, di kota Palu, Senin (30/11), menanggapi aksis kekerasan yang dilakukan oleh kelompok MIT di Kabupaten Sigi.

Prof Sagaf mengatakan, kekerasan berupa pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok MIT di Kabupaten Sigi, merupakan tindakan biadab, tidak berkeprimanusiaan. Karena itu, perbuatan tersebut tidak dapat ditolerir.

Selain itu, perbuatan kekerasan berupa pembunuhan empat warga Desa Lembantongoa, merupakan tindakan yang bertentangan dengan agama apapun.

"Tidak ada agama yang menganjurkan pemeluknya untuk membunuh orang lain, yang tidak se-keyakinan, sependapat," ucap dia menegaskan.

Atas sejumlah aksi kekerasan yang telah dilakukan oleh kelompok MIT, Prof Sagaf mengajak kepada semua pihak agar tidak membantu kelompok MIT. Dengan tidak memberikan kelompok MIT bantuan makanan, informasi dan sebagainya.

Prof Sagaf juga mengemukakan bahwa langkah deradikalisasi sebagai bentuk pencegahan tumbuh dan berkembangnya faham radikalisme dan terorisme perlu digencarkan oleh pemerintah dan tokoh agama, serta ormas keagamaan, di Sulteng.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...