Jantung Babi

Oleh: Dahlan Iskan

Jantung Babi
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Kedua peristiwa itu memang tidak ada hubungannya. Namun, ilmu pengetahuan selalu belajar dari kemajuan yang diperoleh sebelumnya.

Prof Griffith bisa berhasil menjadi yang pertama karena penemuan lain yang dilakukan Prof Mohammad Mohiuddin.

Mohiuddin adalah direktur salah satu program di Maryland Medical Center itu. Ia lulusan Dow Medical Collage, Karachi, Pakistan sebelum pindah ke Amerika.

Mohiuddin menemukan teori tentang imunitas yang menjadi krusial di sebuah praktik transplantasi.

Tentu, jantung babi yang dipasang di badan David sudah disesuaikan dengan kebutuhan manusia.

Babi yang diambil jantungnya itu adalah babi yang berumur 1 tahun. Berat badannya 240 pound, atau sekitar 120 Kg.

Tentu, itu bukan sembarang babi. Itu adalah babi yang sudah dipersiapkan untuk memiliki jantung yang cocok dipasang di badan manusia.

Jantung babi itu dimasukkan dalam box khusus –yang memungkinkan jantung tetap hidup. Jantung itu lantas dimodifikasi. Gen di jantung itu diubah. Empat unsur dalam gen jantung babi dibuang. Lalu enam unsur dalam gen jantung manusia ditambahkan.

Manusia ternyata bisa hidup dengan menggunakan jantung babi. Sudah terbukti minggu lalu. Di Maryland, Amerika Serikat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News