Jarak Buffer Zone Berstandar Internasional Patut Dicontoh di Indonesia

Jarak Buffer Zone Berstandar Internasional Patut Dicontoh di Indonesia
Kebakaran menimpa rumah warga di sekitar objek vital nasional (Obvitnas). ILUSTRASI Foto: Ricardo/jpnn.com

Meski sama-sama bahan kimia, ternyata ada perbedaan mengenai jarak buffer zone ideal. Yakni, antara bahan kimia beracun dan bahan kimia yang ‘hanya’ mudah terbakar dan meledak.

“Bahan kimia beracun membutuhkan buffer zone lebih jauh dibandingkan yang ‘hanya’ mudah terbakar dan meledak. Hal ini untuk mengantisipasi, jika terjadi kebocoran, agar tidak mengalir dan terbawa angin karena bisa meracuni warga. Sedangkan yang ‘hanya’ berpotensi meledak, buffer zone dibutuhkan untuk mencegah dari dampak ledakan saja,” urainya.

Tetapi itu tadi, kata dia, merujuk pada buffer zone berstandar internasional di luar negeri, di mana steril dari penduduk tentu bisa dijadikan contoh.

“Karena jika sangat dekat, penduduk pasti akan merasa terganggu. Apalagi bahaya fisika seperti kebisingan, getaran dan limbah industri yang perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan," kata Juwari.

Di sisi lain, Juwari juga menilai positif rencana Pertamina membangun kanal air di sekitar buffer zone.

“Rencana ini sangat baik dan tentu perlu dukungan semua pihak demi keselamatan semua," seru Juwari.

Mengenai kondisi buffer zone dengan standar internasional, pada Indonesia Iso Expert Association (IIEA) Forum Discussion, 9 Maret 2023.

Pada forum tersebut disampaikan, bahwa tidak ada masyarakat bermukim di Terminal BBM di negara maju.(chi/jpnn)

Buffer zone sangat dibutuhkan untuk mencegah bahaya sampai ke masyarakat. Untuk itu, kondisi buffer zone pada industri di negara maju yang jauh dari permukiman.


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News