Jasa Pengiriman Keberatan Bayar Konsesi ke Bandara

Jasa Pengiriman Keberatan Bayar Konsesi ke Bandara
Jasa Pengiriman Keberatan Bayar Konsesi ke Bandara
BATAM - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo), M Kadrial, menilai rencana penerapan konsesi lima persen dari omset bruto perusahaan oleh Bandara Hang Nadim Batam dianggap kurang tepat. Pasalnya, perusahaan jasa kurir sama sekali tidak memiliki tempat di bandara dan hanya menyewa gudang.

Selain itu, 26 perusahaan jasa kurir barang di Batam juga telah membayar biaya pengirman via pesawat atau SMU. Atas dasar itu penerapan konsesi malah akan semakin memberatkan perusahaan dan ujungnya nanti para pengguna jasa kurir yang merasakan imbas paling besar.

"Lima persen itu besar. Belum tentu perusahaan tersebut untung dalam satu barang sampai segitu besarnya," ungkapnya saat Musyawarah Wilayah ke-4 Asperindo Batam, kemarin (3/3).

Tak itu saja, terkait soal FTZ di Batam, kata Kadrial, pemerintah hendaknya perlu segera merevisi soal aturan yang terkait lalu lintas barang di Batam. Kemudian adanya penguatan soal pengawasan yang saat ini masih perlu dibenahi modelnya. "Jangan sampai FTZ menjadi beban bagi perusahaan," tukasnya

BATAM - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo), M Kadrial, menilai rencana penerapan konsesi lima persen dari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News