Senin, 22 Juli 2019 – 04:08 WIB

Jaya Ancol Bagikan Deviden Rp84,79 Miliar

Kamis, 20 Juni 2019 – 18:26 WIB
Jaya Ancol Bagikan Deviden Rp84,79 Miliar - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk membagikan deviden sebesar Rp53 per saham atau 37,96 persen dari total laba perseroan Tahun Buku 2018, yang sebesar Rp223 miliar. Hal itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

"Total deviden yang dibayarkan sebesar Rp84,79 miliar," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, Teuku Sahir Syahali dalam public expose Perseroan di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta, Kamis (20/6).

Selain penggunaan laba untuk deviden, pemegang saham perseroan juga menetapkan laba ditahan sebesar Rp138,58 miliar atau sebesar 62,04 persen dari perolehan laba 2018. Kemudian sebesar Rp2,23 miliar atau 1 persen dari total laba 2018 dijadikan sebagai laba ditahan.

Selain itu, RUPST juga memutuskan perubahan direksi perseroan, antara lain Teuku Sahir Syahali diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan C. Paul Tehusijarana yang masa jabatannya berakhir. RUPST juga mengangkat dua direktur baru yakni Hari Sundjojo dan Febby Intan, mengisi kekosongan yang ditinggal C Paul Tehusijarana dan Daniel Nainggolan yang masa jabatannya berakhir.

"Kami berharap ke depan manajemen semakin solid dan kompak. Karena kami mempunyai rencana strategis ke depan yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Seperti rencana layanan berbasis digital. Nanti akan ada Digi Ancol, Ancol Aps, penerapan cashless untuk mempermudah konsumen," harap Sahir.

Dia mengungkapkan, ke depan akan banyak inovasi yang dikembangkan Perseroan baik dari segmen rekreasi maupun properti. Saat ini, katanya, segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan hingga 90 persen.

"Pendapatan pada 2018 sebesar Rp 1,3 triliun itu 90 persennya diperoleh dari rekreasi. Ke depan kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih. Bisa 40:60 persen," jelasnya.

Untuk pendanaaan Capex, Sahir mengatakan perseroan mengandalkan modal sendiri, obligasi dan pinjaman bank.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar