JB Foods Bayar Tebusan Ratusan Miliar Rupiah Untuk Hentikan Serangan Siber

JB Foods Bayar Tebusan Ratusan Miliar Rupiah Untuk Hentikan Serangan Siber
Serangan siber itu melumpuhkan operasi JB Foods termasuk di Australia. (ABC News: Jim Malo)

Bahkan beberapa tempat pekerja lepasan terpaksa diberhentikan sementara, juga ada laporan dari para petani jika pengapalan ternak mereka dibatalkan.

Namun pada umumnya, dampaknya terhadap para petani Ausralia tidaklah terlalu parah.

Serangan siber yang melumpuhkan operasi JB Foods ini tidak memengaruhi harga daging.

Bahkan di pasar harga Australia harga daging sapi mencapai titik tertinggi dengan indikator harga Eastern Young Cattle mencapai 912 sen dolar per satu kilogram.

Permintaan daging dari Tiongkok membuat harga tetap tinggi karena industri daging babi belum pulih dari serangan flu babi Afrika (ASF) di beberapa negara.

Filipina juga menghadapi masalah dengan ASF dan sekarang mengimpor lebih banyak daging sapi dari Australia.

Di Argentina, yang merupakan saingan utama dalam pasar ekspor sapi global bagi Australia sekarang menghentikan ekspor.

Permintaan tinggi daging di dalam negeri telah menyebabkan harga di dalam Argentina melonjak tajam selama beberapa bulan terakhir.

Perusahan pemrosesan daging mengaku telah membayar tebusan ratusan miliar rupiah dalam bentuk bitcoin untuk hentikan serangan peretasan

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News