Jelang Eksekusi Mati, Nusakambangan Rawan Rusuh, Begini Cara Meredam

Jelang Eksekusi Mati, Nusakambangan Rawan Rusuh, Begini Cara Meredam
Suasana di Pulau Nusakambangan. Foto: Ilham Wancoko/Jawa Pos


SUNGGUH berat tugas yang diemban para sipir di Nusakambangan. Tugas mengawasi para napi kelas kakap makin berat seiring dengan rencana pelaksanaan eksekusi mati.

Pasalnya, potensi kerusuhan di sejumlah lapas di Nusakambangan meningkat pasca eksekusi mati. Traumatik dan solidaritas antarnapi menjadi pemicu. 

Kalapas Batu Abdul Aris menuturkan, melihat pengalaman eksekusi mati tahap I dan II, memang kondisi psikologis narapidana terpengaruh eksekusi mati. 

Mereka khawatir kejadian yang sama menimpa mereka. ”Semua itu masuk akal, karena banyak terpidana mati di Nusakambangan,” ungkapnya.

Sesuai catatannya, ada 55 terpidana mati yang tersebar di tujuh lapas di Nusakambangan. Yakni, Batu, Pasir Putih, Permisan, Besi, Narkotika, Terbuka dan Kembang Kuning. 

”Semua napi itu tentunya memiliki rasa solidaritas. ”Ini sangat wajar,” paparnya.

Perlu diingat, sebagian besar napi di Nusakambangan itu telah bertahun-tahun bersama. Mereka bisa satu sel dan satu lapas. Bisa jadi antar sesama terpidana mati berkomunikasi dan menjadi teman. ”Bahkan, bisa merasa seperti keluarga,” jelasnya.

Kalau ada kebijakan yang salah, bisa terjadi kerusuhan di Lapas Nusakambangan. Apalagi, jumlah sipir dan narapidana memang cukup timpang. ”Karena itu, kami selalu khawatir bila ada rencana eksekusi mati,” ujarnya.

SUNGGUH berat tugas yang diemban para sipir di Nusakambangan. Tugas mengawasi para napi kelas kakap makin berat seiring dengan rencana pelaksanaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News