Jepang Kehabisan Opsi Stop Krisis Nuklir

Reaktor PLTN Terbakar Lagi, Korban Tsunami Lebih dari 12 Ribu

Jepang Kehabisan Opsi Stop Krisis Nuklir
Foto : REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Menurut juru bicara Tokyo Electric Power Co. (TEPCO), operator PLTN tersebut, situasi pada unit reaktor nomor 4 memang tak terlalu bagus. Ironisnya, ketika air disemprotkan ke unit reaktor nomor 5 dan 6 untuk pendinginan, ada indikasi kuat bahwa semua (enam) reaktor di PLTN Fukushima Daiichi justru berisiko mengalami kepanasan.

Para pakar nuklir menyatakan bahwa solusi yang diajukan untuk mengatasi kebocoran radiasi di PLTN itu sepertinya merupakan langkah terakhir dalam membendung salah satu bencana industri terburuk di dunia tersebut. "(Situasi di PLTN Fukushima Daiici) ini mimpi buruk yang muncul perlahan," ujar Dr Thomas Neff, ahli fisika dan analis industri uranium pada Massachusetts Institute of Technology, AS.

Para insinyur telah berjuang keras mengatasi krisis dan darurat nuklir di Jepang sejak gempa dahsyat dan tsunami menerjang pada Jumat lalu (11/3). Bencana alam itu telah merusak sistem pendingin reaktor di PLTN Fukushima Daiichi. Batan bahan bakar nuklir pun kepanasan.

Selama lima hari terakhir, atau sejak Sabtu lalu (12/3), telah terjadi empat ledakan dan dua kebakaran pada empat di antara enam unit reaktor di PLTN itu. Materal radioaktif telah menyebar ke atmoster. Dua pekerja PLTN dilaporkan telah hilang sejak terjadi bencana.

TOKYO - Krisis nuklir di Jepang rupanya sudah memasuki fase lepas kontrol atau di luar kendali. Hal itu terjadi setelah pekerja pembangkit listrik

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News