Jepang Kewalahan Hadapi Krisis Nuklir

Tingkat Bencana PLTN Fukushima Naik ke Level 5

Jepang Kewalahan Hadapi Krisis Nuklir
KEWALAHAN - Dua petugas dari tim penanganan bencana Jepang yang kelihatan sedikit lelah. Foto: Japanalyst.com/internet.
Truk pemadam militer AS juga dikerahkan untuk membantu menyemprotkan air ke reaktor nomor 3 meski dikemudikan pekerja Jepang. Truk-truk AS itu dikerahkan bersama enam truk pemadam kebakaran Jepang yang bisa dipakai untuk memadamkan api pada kecelakaan sebuah pesawat terbang. Operasi penyemprotan kemarin berlangsung sekitar 40 menit.

AS telah merekomendasikan agar zona evakuasi ditingkatkan menjadi radius 80 km dari PLTN. Saat ini Jepang menetapkan zona evakuasi berlaku untuk radius 20-30 km dari PLTN Fukushima Daiichi.

Sementara itu, muncul usulan bahwa pemerintah Jepang seharusnya menerapkan solusi ala bencana Chernobyl, Ukraina, pada 1986, untuk mengatasi krisis nuklirnya. Langkah itu adalah menimbun atau mengubur PLTN Fukushima Daiichi dengan pasir dan beton. Alhasil, tidak tersisa partikel radioaktif di negara tersebut.

"Reaktor itu seperti mesin pembuat kopi. Jika Anda terus biarkan memanas, mereka (reaktor itu) akan mendidih. Selanjutnya, kering dan pecah," kata Murray Jennex, profesor pada San Diego State University di California, AS. "Menempatkan beton di atasnya akan membantu menjaga pembuat kopi itu tetap aman. Tetapi, pada akhirnya Anda bisa bangun tameng beton," lanjutnya.

TOKYO - Krisis nuklir di Jepang belum kunjung mereda tepat sepekan setelah gempa dahsyat dan tsunami mengguncang negara itu pada 11 Maret lalu. Bahkan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News