Jika Tak Setuju Ada Wamen, Silakan Koreksi Lewat Jalur Konstitusi
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi punya pertimbangan sendiri untuk melakukan perampingan birokrasi.
Di sisi lain, kata Dasco, Presiden Jokowi juga punya pertimbangan tersendiri dalam melakukan pengangkatan wakil menteri (wamen).
"Wamen sebagai pembantu dari menteri yang tentunya di beberapa bidang sudah dipilih, mempunyai tantangan ke depan yang juga cukup berat. Saya pikir presiden juga punya pertimbangan sendiri," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/10).
Menurut Dasco, tentu pengangkatan wamen itu merupakan hak prerogatif presiden. Dia mengatakan tinggal dilihat saja apakah ke depan akan berjalan efektif atau tidak.
"Kan nanti ada juga saluran-saluran konstitusi untuk melakukan koreksi-koreksi apabila hal ini tidak tepat dilakukan," papar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.
Seperti diketahui, presiden mengangkat 12 wamen untuk ditempatkan di sejumlah kementerian. Pengangkatan wamen oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengundang kontroversi.
Di satu sisi, Jokowi ingin memangkas eselon, tetapi di lain hal justru mengangkat wakil menteri. (boy/jpnn)
Presiden Jokowi mengangkat 12 wamen untuk ditempatkan di sejumlah kementerian Kabinet Indonesia Maju.
Redaktur & Reporter : Boy
- Asyik Nih, Menteri & Wamen Bakal Punya Mobil Dinas Baru
- 2 Wamen Ini Dinilai Layak Disorot Versi Evident Institute
- Yulisman DPR Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
- Soroti Wamen Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ketum LOGIS 08: Jangan Biarkan Moral Hazard di Lingkaran Pemerintahan
- Efriza Ingatkan Dampak Jika Pemerintah Terlambat Jalankan Putusan MK soal Wamen-Komisaris BUMN
- MK Larang Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN, Efriza: Pemerintah Wajib Patuh
JPNN.com




