Jogoboyo: Hati Arek-arek Suroboyo Menangis Melihat Aksi Bu Risma

Jogoboyo: Hati Arek-arek Suroboyo Menangis Melihat Aksi Bu Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memarahi demonstran tolak UU Cipta Kerja di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020) malam. Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Elemen masyarakat dari 31 kecamatan di Kota Surabaya membentuk Komunitas Jogoboyo.

Mereka menyatakan siap membantu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam upaya menjaga Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dari tindakan anarkisme.

"Kita (Komunitas Jogoboyo, red) tidak ingin kota ini dirusak lagi, tidak ingin bu wali kota dibegitukan lagi, makanya kami bangkit dan membentuk komunitas ini untuk bersama-sama membantu Bu Risma menjaga Surabaya dari anarkisme," kata Koordinator Komunitas Jogoboyo Kusnan saat bertemu Wali Kota Risma di rumah dinasnya, Jumat (16/10).

Kusnan mengatakan komunitas Jogoboyo terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang tersebar di 31 kecamatan di Kota Surabaya.

Komunitas ini terbentuk karena arek-arek Suroboyo ini merasa tidak tega karena melihat Wali Kota Risma malam-malam turun langsung ke jalan membersihkan sampah-sampah dan barang-barang yang dirusak oleh massa demo anarkis beberapa waktu lalu.

"Jadi, hati arek-arek Suroboyo ini menangis, tidak tega melihat Bu Risma hingga larut malam membersihkan sampah-sampah aksi anarkis, yang ternyata mereka itu bukan arek Suroboyo, tetapi berasal dari luar kota," kata Kusnan.

Ia juga menegaskan tidak melarang ada aksi demonstrasi di Kota Surabaya karena itu hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.

Namun, lanjut dia, kalau demonstrasi anarkis dan merusak fasilitas umum Surabaya, maka warga Surabaya yang tergabung dalam komunitas ini siap mengadang.

Komunitas Jogoboyo mengatakan, hati arek-arek Suroboyo menangis melihat aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini malam itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News