Jokowi di Tengah Dilema Memberhentikan Rini dan Menghormati JK

Jokowi di Tengah Dilema Memberhentikan Rini dan Menghormati JK
Rini Soemarno dan Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

Sebab, jika kemudian Jokowi tak berani misalnya mencopot Rini, maka akan ada kesan presiden segan, bahkan takut dengan Kalla.

Apalagi, masih segar dalam ingatan publik, sebelum MKD memutuskan sanksi bagi Setya Novanto, presiden bicara meminta mahkamah kehormatan parlemen harus mendengar suara publik.

"Nah, sekarang Jokowi juga harus mendengar suara rakyat, suara publik yang menginginkan Rini dicopot dari posisinya dan segera diganti," katanya.

Direktur Center For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi mengingatkan sebelum terjadi kegaduhan politik, Jokowi harus bertindak memecat Rini. “Kalau dia copot artinya pemimpin sejati dan meningkatkan wibawanya di depan Kalla," kata Uchok.

Sebaliknya, Uchok menegaskan, kalau tidak berani mencopot artinya memang tipikal pemimpin yang selalu pinjam tangan orang hanya untuk menyelamatkan dirinya.

Sebelumnya Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengingatkan Jokowi wajib menindaklanjuti rekomendasi DPR jika benar-benar menaati konstitusi dan Undang-undang (UU) yang berlaku.

Sedangkan JK menilai rekomendasi dari Pansus Pelindo II agar Rini dan Dirut Pelindo II RJ Lino dicopot dari jabatannya sebagai saran politik.

Kalla mengatakan bahwa pemerintah memiliki pertimbangan lain untuk melaksanakan atau menolak rekomendasi tersebut.

JAKARTA - Direktur Energi Watch Ferdinand Hutahaean mengatakan, tidak ada alasan lagi bagi Presiden Joko Widodo mempertahankan Menteri BUMN Rini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News