Selasa, 18 Juni 2019 – 08:34 WIB

Jokowi Diminta Ambil Langkah Besar Peningkatan Kualitas SDM

Kamis, 16 Mei 2019 – 11:51 WIB
Jokowi Diminta Ambil Langkah Besar Peningkatan Kualitas SDM - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai misi prioritas, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus mendapat perhatian terbesar. Oleh karena itu, Jokowi diminta mengambil langkah-langkah besar peningkatan kualitas SDM jika ditetapkan sebagai Presiden mendatang. Hal tersebut sebagai konsekuensi dari tawaran visi misinya sekaligus jawaban terhadap tantangan yang juga luar biasa besarnya.

Mantan Ketua Presidium PP PMKRI Anton Doni mengatakan itu dalam Diskusi Terbatas bertema "Revisiting Visi SDM Indonesia" yang diselenggarakan PP PMKRI di Margasiswa PMKRI Menteng, Jakarta, Rabu (15/5/2019) malam.

Selain Anton, hadir pula sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Direktur Apindo Research Institute, P Agung Pambudhi, Peneliti Senior Prakarsa, Setyo Budiantoro, dan Sekjen Taruna Merah Putih/mantan Ketua PP PMKRI Restu Hapsari serta Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI Rinto Namang yang bertindak selaku moderator.

BACA JUGA: Merespons Wacana Pemindahan Ibu kota, Anton Doni Sarankan Jokowi Fokus pada Visi Misi

Menurut Anton, tantangan-tantangan yang dihadapi berskala sangat besar. "Ada radikalisme yang merongrong integritas kebangsaan. Tetapi ada juga perkembangan lingkungan ekonomi yang didorong revolusi industri generasi keempat yang memperdalam persoalan pengangguran dan skill development kita. Dengan irama, skala, dan kualitas yang biasa, kita sulit meladeni tantangan-tantangan ini dengan sepadan," urai Anton.

Anton Doni mengusulkan lima sasaran persoalan utama yang perlu ditangani dengan langkah-langkah besar yakni struktur pendidikan angkatan kerja, pengangguran, tenaga kerja informal, kualitas pendidikan, dan keadaan gizi buruk.

“Kelima persoalan ini, harus dijawab dengan langkah besar, dengan targeting besar, dan dengan dukungan anggaran besar," tegas Anton.

"Anggaran musti besar, tidak tanggung. Kita hitung seluruh kebutuhannya dengan skenario paling optimistik. Dan sebagai prioritas, urusan ini mestinya berhak atas 80 hingga 90 persen kebutuhan paling optimistiknya," lanjut Anton.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar