Jokowi: Indonesia Dianggap Negara Sejuk karena NU

Jokowi: Indonesia Dianggap Negara Sejuk karena NU
Presiden Joko Widodo berpidato di Munas NU, Mataram, Kamis (23/11). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, MATARAM - Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berhasil membawa semangat persatuan dalam kehidupan masyarakat di Tanah Air.

Itu disampaikan presiden yang akrab disapa Jokowi saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Kamis (23/11), di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita ini dilihat oleh negara lain sebagai negara yang tidak punya kepentingan, netral, dingin, dan sejuk disebabkan karena organisasi terbesar di Indonesia adalah Nahdatul Ulama," ujar Presiden.

Dia menyebutkan, salah satu negara itu adalah Afghanistan, yang saat ini sedang mengalami pertikaian dan perang sejak tahun 1973 hingga sekarang.

“Presiden Afghanistan menyampaikan kepada saya agar Indonesia mau berperan dalam perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan," sebut mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Keinginan Presiden Afghanistan tersebut disambut baik oleh Jokowi. Pemerintah Indonesia siap membantu perdamaian dan rekonsilasi di Afghanistan.

Indonesia juga akan berbagi pengalaman di bidang perdamaian dan rekonsiliasi. Bahkan kerja sama antar ulama dari kedua negara akan ditingkatkan guna menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin

Pada forum tersebut, Jokowi berharap Munas NU kali ini akan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah dalam menindaklanjuti gerakan radikalisme dan intoleran agar tidak berkembang di Indonesia.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dianggap berhasil membawa semangat persatuan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News