Jokowi Klaim 2,5 Bulan Lacak Rekam Jejak Menteri Baru

Jokowi Klaim 2,5 Bulan Lacak Rekam Jejak Menteri Baru
(Dari kiri) Thomas Lembong, Luhut Binsar Pandjaitan, Darmin Nasution, Rizal Ramli, Pramono Anung dan Sofyan Djalil berfoto bersama di sela pelantikan 6 menteri baru hasil reshuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8). Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengakui, tidak melibatkan KPK dan PPATK sebelum menentukan calon menteri baru Kabinet Kerja. Ini dilakukan karena sedang terdesak kebutuhan akan hadirnya menteri baru.

"Kami ingin merespon secara cepat, apa yang terjadi di keuangan dan ekonomi global," ujar pria yang kerap disapa Jokowi ini di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8) malam

Jokowi memastikan tidak menemukan ketimpangan pada rekam jejak menteri-menteri baru yang dipilihnya. Diakuinya, sudah 2,5 bulan menelusuri sepak terjang para menteri sebelum terpilih.

"Kan sudah 2,5 bulan yang lalu," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, menteri yang baru saja dilantik Jokowi adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Thomas Lembong, Menteri PPP/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menko Maritim Rizal Ramli, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan dan pejabat setingkat menteri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dari daftar nama tersebut, baru Sofyan yang pernah disodorkan Jokowi pada KPK, saat menjadi calon Menko Perekonomian 2014 lalu.

Sementara itu, di hari pertama bekerja, Jokowi mengingatkan para menteri baru untuk segera merespon kondisi global saat ini.

"Semuanya langsung bekerja, karena kami ingin merespon secara cepat, terjadinya perubahan situasi keuangan globa. Ini harus cepat direspon menteri yang baru," tandas Jokowi. (flo/jpnn)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengakui, tidak melibatkan KPK dan PPATK sebelum menentukan calon menteri baru Kabinet Kerja. Ini dilakukan karena


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News