Jokowi Kumpulkan 6 Ketum, Hasto: Bukan Pemaksaan Konsolidasi

Jokowi Kumpulkan 6 Ketum, Hasto: Bukan Pemaksaan Konsolidasi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama anggota DPR Fraksi PDIP Arya Bima saat meninjau Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (8/5). Peninjauan stadion GBK ini untuk persiapan puncak peringatan Bulan Bung Karno yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2023. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan tidak ada pengonsolidasian partai ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu enam ketua umum parpol di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5) kemarin. 

Dia mengatakan itu demi menanggapi pernyataan beberapa pihak yang menganggap Jokowi terlalu cawe-cawe dalam pencapresan karena kepala negara mengundang enam ketua umum parpol di Istana Merdeka, Selasa kemarin. 

"Bukan upaya dalam tanda petik suatu pemaksaan konsolidasi partai politik," kata Hasto ditemui di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (8/5). 

Dia mengatakan Jokowi hanya berdialog soal tantangan bangsa ke depan ketika eks Gubernur DKI Jakarta itu bertemu enam ketum parpol. 

"Kemudian juga bagaimana tantangan dari aspek demografi, tantangan dari pertarungan hegemoni, bagaimana dengan pencapaian yang telah dilakukan oleh Bapak Presiden Jokowi," ujar Hasto.

Dia melanjutkan Jokowi tentu tidak salah ketika mengumpulkan enam ketum parpol karena pertemuan bukan berbicara soal politik praktis. 

"Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ini sebagai suatu proses dialog yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip demokratis," kata Hasto. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bertemu dengan enam ketua umum parpol di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan tidak ada pengonsolidasian partai ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu enam ketum parpol. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News